Serapan Gabah di Klaten Capai 74 Persen

Serapan Gabah di Klaten Capai 74 Persen

47
PANEN— Bulog sudah menyerap sekitar 74 persen atau 26.394 ton Gabah Kering Panen (KGP) dari target sebanyak 35.367 ton di Klaten. (foto ilustrasi)
Joglosemar/ Insan Dipo Ferdias

KLATEN – Mendekati pertengahan tahun 2017 ini, target Serap Gabah (Sergap) di wilayah Klaten sudah mencapai sekitar 74 persen atau 26.394 ton Gabah Kering Panen (KGP) dari target sebanyak 35.367 ton.

Kepala Gudang Bulog Karangwuni, Totok Praptomo mengatakan, tingginya Sergap di Klaten karena pihaknya tetap menyerap gabah sekalipun gabah petani di luar standar. Yakni, kandungan air gabah maksimal 30 persen dan hampa kotoran 10 persen.

“Kita mendapatkan instruksi untuk penyerapan gabah  dengan kandungan kadar air maksimal 30 persen, itu di luar standar. Karena standar Bulog maksimal 25 persen. Hal itu, membuat sergap kita meningkat sampai 74 persen,” jelasnya, Senin (22/5).

Baca Juga :  Polsek Prambanan Ringkus Penjual Miras di Desa Joho

Totok menjelaskan, Sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2015, gabah petani dalam kondisi Gabah Kering Giling (GKG) seharga Rp 4.650/kg dengan kadar air maksimal 14 persen, hampa kotoran 3 persen. Sedangkan GKP Rp 3.700/kg dengan kadar air maksimal 25 persen, hampa kotoran 10 persen. Serta, beras petani Rp 7.300/kg sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“ Tujuan kita juga untuk mengontrol harga gabah yang beberapa waktu lalu anjlok, karena kualitas gabah di petani menurun,” ujarnya.

Baca Juga :  Tim Saber Pungli Klaten Lakukan Operasi Tangkap Tangan di Puskesmas Jatinom

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten,  Joko Siswanto juga mengatakan, capaian sergap yang dilakukan oleh Bulog wilayah Klaten termasuk tinggi.

Terkait sergap di luar standar, Joko menjelaskan, pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Presiden No 48 Tahun 2016 untuk menyerap gabah petani di luar kualitas. “ Kita sudah berkoordinasi dengan Bulog dan juga Kodim Klaten agar peraturan tersebut dapat direalisasikan,” ujarnya.

Dani Prima

 

 

 

BAGIKAN