JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Opini Siswa Menulis, Pelepasan dan Kebanggaan

Siswa Menulis, Pelepasan dan Kebanggaan

206
BAGIKAN
Dok Penulis

Selain menghadirkan narasumber, strategi yang tak kalah menarik adalah melakukan pembelajaran menulis di luar kelas.

——————–

Tri Winarno
Guru dan Penikmat Buku Pengging, Boyolali

Menulis adalah pelepasan dari rasa yang pernah tertambat dalam relung hati. Sutan Takdir Alisjahbana berpendapat bahwa dengan menulis, hasrat, dambaan, kegirangan maupun kesedihan dapat dilepaskan sebebas-bebasnya. Menulis menjadi sumber bahagia. Menumbuhkan kegembiraan menulis kepada siswa di sekolah, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), memang bukan sesuatu yang mudah.

Tetapi juga bukan sesuatu yang sulit bila sudah tahu caranya. Dibutuhkan kreativitas dan konsistensi dari para pendidik dan sekolah. Sematan bahwa SMK adalah sekolah yang berorientasi siap kerja menjadikan proses internalisasi cinta menulis lebih berat dari sekolah yang berorientasi melanjutkan ke perguruan tinggi. Namun, menumbuhkan cinta menulis di kalangan siswa SMK tetap masih mempunyai peluang. Hanya saja, perlu strategi yang tepat. Sehingga, mereka akan menulis bermodalkan senang dan gembira.

Kurikulum 2013 yang berlaku saat ini sejatinya sudah memberikan kesempatan para pendidik mengembangkan pembelajaran agar lebih menantang dan menyenangkan. Penerapan pendekatan saintifik yang dimulai dari mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan (5 M) dapat menjadi jalan bagi pembelajaran yang menantang dan menyenangkan itu.

Melalui metode 5M, pendidik dapat mengarahkan siswa agar mampu berpikir kritis terhadap suatu hal. Dengan kekritisan, mereka diajak peka terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi, kemudian  dibimbing untuk menuliskannya.