JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Siswa SMK Sakti Sragen Terjun dari Lantai 3, Alasan Bunuh Diri Sungguh...

Siswa SMK Sakti Sragen Terjun dari Lantai 3, Alasan Bunuh Diri Sungguh Mengejutkan

55288
BAGIKAN
OLAH TKP- Kapolsek Gemolong, AKP Supadi bersama tim saat melakukan olah TKP di lokasi jatuhnya siswa yang nekat bunuh diri dengan terjun dari lantai tiga SMK Sakti Gemolong, Selasa (9/5). Foto : Wardoyo

SRAGEN – Warga di SMK Sakti Gemolong, Sragen digemparkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh Wakhid Sadikin (18), siswa kepas XI, Selasa (8/5/2017) pagi.

Siswa asal Dukuh Jetak,Desa Hadiluwih, Sumberlawang nekat terjun dari lantai tiga berketinggian 7,70 meter. Ironisnya, aksi diduga karena kesulitan mengikuti pelajaran Bahasa Inggris.

Dugaan tersebut diperkuat dari adanya surat dalam buku hariannya yang bertuliskan bunuh diri jalan terbaik daripada dirinya harus menghadapi pelajaran itu.

Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan meski harus mengalami luka parah dan saat ini masih kritis di RSUD dr Moewardi Solo.

Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi nekat itu dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB. Menurut keterangan beberapa pelajar pagi itu, kelas korban di lantai tiga kosong karena semua siswa berada di luar. Saat itulah, korban langsung terjun dari pagar pembatas di lantai tiga.

Melihat ada siswa yang terkapar di halaman, para siswa langsung berhamburan keluar mendekat. Melihat korban terluka parah, pihak sekolah langsung membawanya ke rumah sakit.

“Kalau dilihat dari rekaman CCTV, posisi terjunnya memang nggak asal terjun karena korban ini juga aktif dalam bela diri. Seperti tentara melakukan jumping truck itu. Jadi begitu kakinya jatuh langsung bergulung. Sehingga kepalanya nggak begitu parah,” ujar Kapolsek Gemolong, AKP Supadi mewakili Kapolres Sragen, AKBP Cahyo Widiarso disela olah TKP.

Berdasarkan hasil pelacakan, dari tas korban ditemukan pisau dapur dan sebuah alat hisap elektrik. AKP Supadi menyampaikan, kuat dugaan korban memang sudah merencanakan aksinya.

Ini diperkuat dengan ditemukannya catatan pada buku hariannya (diary) yang menuliskan bahwa bunuh diri adalah jalan yang terbaik.

“Kalau informasi depresi karena cinta, kelihatannya nggak ada arah ke sana. Di diary itu hanya keluhan soal sulit mengikuti pelajaran Bahasa Inggris,” jelasnya.

Akibat aksinya itu, korban mengalami luka patah di bagian kaki sebelah kanan, hidung dan mulut mengeluarkan darah. Namun AKP Supadi memastikan sesaat setelah mendarat di lantai bawah, korban dalam kondisi masih sadar.

Terpisah, Kades Hadiluwih, Wiranto membenarkan bahwa korban adalah warganya. Namun dirinya belum mengetahui secara detail kejadian itu dan kondisi riwayat korban, lantaran saat kejadian dirinya tengah berada di Sragen.

Wardoyo