JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Solusi Parkir Pasar Klewer, Porsi Pedagang Dibatasi

Solusi Parkir Pasar Klewer, Porsi Pedagang Dibatasi

82
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
PARKIR KLEWER- Petugas Dishub Surakarta memandu mobil yang kesulitan menanjak di ruas tanjakan area parkir Pasar Klewer beberapa waktu lalu.

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Surakarta berencana melakukan sejumlah upaya untuk pengendalian parkir di Pasar Klewer.

Salah satunya dengan melakukan pembatasan porsi jatah parkir untuk para pedagang dan karyawan di area basement.

“Rencannya akan kami lakukan pembatasan area parkir, pelaku usaha hanya dapat sepertiga dari total luas area parkir basement,” kata Kabid Perparkiran Dishubkominfo Surakarta M Usman.

Menurutnya, satuan ruang parkir (SRP) basement Pasar Klewer sangat terbatas. Bahkan tidak sebanding dengan jumlah pedagang, serta karyawannya. Kapasitas parkir untuk kendaraan roda empat hanya 149 SRP, sedangkan untuk kendaraan roda dua hanya 460 SRP.

Tiga kantong parkir, yakni taman parkir 1, 2, dan 3 juga belum dapat menutup kebutuhan parkir. Kapasitas taman parkir 1 hanya 43 SRP bagi kendaraan roda empat, sedang roda dua 326 SRP.

Kapasitas taman parkir 2 hanya 44 SRP untuk kendaraan roda empat dan roda dua hanya 331 SRP. Kemudian taman parkir 3 untuk roda empat 28 SRP, sedang untuk kendaraan roda dua 213 SRP.

“Oleh karenanya kami sarankan agar para pedagang hanya membawa mobil operasional saja,” imbuh Usman.

Lanjutnya, Alun-alun Utara sebenarnya dapat menjadi alternatif kawasan parkir. Sayangnya tarif parkir di kawasan tersebut di luar ketentuan yang berlaku, sebab merupakan lahan pribadi.

Usman mengatakan, pihaknya pernah melakukan komunikasi dengan pihak Keraton Surakarta agar tarif parkir di Alun-alun Utara sesuai dengan tarif parkir yang ditetapkan Pemkot. Namun komunikasi tersebut belum berujung kesepakatan.

Tapi secara prinsip, Usman mengatakan, pihaknya tidak akan menambah lahan parkir. Pasalnya, penambahan lahan parkir dinilai justru memicu semakin banyaknya pengguna kendaraan pribadi ke Pasar Klewer.

Oleh karena itu, pembatasan hak parkir untuk para pedagang dan pemberlakuan tarif parkir progresif bagi pengunjung Pasar Klewer akan segera diberlakukan.

“Kalau dituruti, berapa pun lahan parkir yang disediakan akan kurang. Maka untuk pedagang akan kami batasi lahan parkirnya karena sudah ada kesepakatan untuk tidak membawa kendaraan roda empat selain kendaraan operasional. Untuk pembeli akan kami terapkan parkir progresif,” ujar Usman.

Kabid Lalu Lintas Dishubkominfo Surakarta Sri Baskoro mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki manajemen lalu lintas di kawasan Pasar Klewer.

Saat ini lalu lintas Pasar Klewer tampak lebih baik daripada sebelumnya. Ia menyadari peningkatan volume kendaraan juga tidak lepas dari karakter Pasar Klewer yang merupakan ikon Kota Solo, sehingga banyak menyedot kunjungan.

“Sistem drop off barang, parkir off street sudah kami berlakukan. Ke depan akan kami tata lokasi-lokasi untuk public transport, jangan sampai badan jalan habis karena keberadaan public transport yang tidak teratur, baik feeder, BST, maupun taksi. Untuk becak sudah tertata dengan baik,” katanya.

Lanjutnya, Dishub tidak akan memberi peluang pelanggaran lalu lintas terjadi di kawasan Pasar Klewer. Hal itu ditunjukkan dengan menindak tegas para pelanggar parkir sembarangan.

“Kawasan itu jelas larangan parkir dari dulu, sanksi gembok kemarin juga ada sisi edukasinya agar masyarakat tidak parkir sembarangan di situ. Ke depan sebaiknya ada satpam di sana, yang selalu mengingatkan,” tandasnya.

Arief Setiyanto

BAGIKAN