JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Taman Baca Masyarakat Semanggi Telantar

Taman Baca Masyarakat Semanggi Telantar

44
BAGIKAN
Dok Joglosemar

SOLO – Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kelurahan Semanggi telantar. Operasional TBM hingga saat ini masih menumpang di rumah warga.

Keberadaan taman bacaan di setiap kelurahan cukup memprihatinkan. TBM Pelita misalnya sejak dirintis 2009 hingga kini belum memiliki ruang khusus perpustakaan. Kegiatan operasional mengandalkan rumah milik warga. “Sebenarnya kita sudah ada ruang perpus di atas tempat WC umum, hanya saja belum selesai dibangun,” ujar Pengelola TBM Pelita Semanggi, Joko Leo Purwanto kepada Joglosemar saat dihubungi melalui telepon, Selasa (9/5/2017).

Joko mengungkapkan jika selama ini belum ada perhatian dari dinas terkait maupun dari kelurahan. Meskipun demikian pihaknya tak lelah mengajukan proposal bantuan guna menyelesaikan proses pembangunan gedung.

Saat ini pihaknya sedang menunggu dana Rp 25 juta yang akan dipakai untuk melakukan finishing gedung. “Koleksi buku cerita anak perlu ditambah misalnya buku cerita rakyat atau novel, saat ini kebanyakan koleksi terdiri dari bacaan anak TK hingga SD kelas tiga,” imbuhnya.

Nasib tak jauh berbeda terjadi di TBM Atria yang terletak di RT04/RW03 Semanggi. TBM ini telantar meskipun sudah berdiri sejak tahun 2009. Bahkan TBM ini tidak terdaftar dalam data milik Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinas PPPA PM)

Namun eksistensi TBM ini sudah sampai kota Semarang, TBM yang dikelola sepasang suami istri ini belum pernah menerima bantuan dari dinas atau pun pemerintah kelurahan setempat meski sudah tiga kali mengajukan proposal bantuan. “Kita tarik iuran Rp 3.000 per hari bagi anak-anak yang juga memanfaatkan TBM sebagai tempat bimbingan belajar,” ungkap pengelola TBM Atria, Anisa Fitria.

Terpisah Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas PPPA PM Surakarta, Sri Suharti mengungkapkan jika pihaknya akan secepatnya mengatasi problem ini. Pihaknya akan menggandeng dinas terkait lainnya di Surakarta guna mencari solusi terbaik.

#Kukuh Subekti