JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tergiur Iming-Iming Semen, Puluhan Warga Jenar Tertipu Ratusan Juta

Tergiur Iming-Iming Semen, Puluhan Warga Jenar Tertipu Ratusan Juta

440
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN—Sejumlah warga di Desa Japoh, Kecamatan Jenar merasa menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh oknum pejabat desa setempat berinisial D (44) dan ES (42).

Keduanya yang merupakan suami istri itu diduga telah menipu banyak warga dengan kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp 100 juta.

Modus yang dilakukan yakni dengan meminjam surat berharga milik warga dari BPKB, STNK,  sertifikat, hingga perhiasan emas. Warga diiming-imingi akan dibantu dengan semen. Kasus itu terjadi antara kurun 2013-2017.

Namun ternyata surat berharga itu diketahui dijadikan agunan untuk kredit di berbagai lembaga pembiayaan. Alih-alih dibantu semen, mereka justru harus menanggung angsuran dan dikejar-kejar oleh bank dan koperasi.

Kasus dugaan penipuan itu mencuat setelah beberapa korban mengadu ke LSM Forum Masyarakat Sragen (Formas), Senin (1/5/2017).

“Dua sertifikat dan perhiasan 10 gram milik saya dipinjam pada 2013 lalu. Janjinya dibantu semen. Ternyata sertifikat digunakan untuk cari utangan di Toyogo Rp 20 juta dan di koperasi Rp 15 juta. Ternyata angsurannya macet dan sampai sekarang sertifikat serta emas saya belum dikembalikan,” ujar Sani (73), janda asal Dukuh Geneng RT 3, Desa Japoh, Jenar.

Saimanto (51), tetangganya, juga mengaku tergiur iming-iming semen dan melepaskan sertifikat tanah miliknya. Sertifikat itu diketahui dijadikan agunan oleh pasutri itu di bank UL di Gondang sebesar Rp 40 juta.

Ia juga bingung karena terus didatangi pihak bank untuk membayar angsuran sebesar Rp 1,8 juta per bulan. Bahkan jika tidak membayar,  rumah dan pekarangannya diancam akan dieksekusi.