JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tergiur Mandi di Sungai, Siswa SMP Asal Tanon Tewas Tenggelam

Tergiur Mandi di Sungai, Siswa SMP Asal Tanon Tewas Tenggelam

320
BAGIKAN
ilustrasi evakuasi korban tenggelam. Foto : Dok Joglosemar

SRAGEN—Nasib malang menimpa Ahmad Syarifudin (14), warga Dukuh Karangtalun RT 12, Desa Sambiduwur, Kecamatan Tanon.

Siswa yang masih duduk di bangku SMP itu ditemukan sudah meregang nyawa di Sungai Dongsambi, Dukuh Karangsigit, Sambiduwur, Senin (8/5/2017).

Putra dari Sutimin tersebut tewas saat mandi bersama teman-temannya di sungai tersebut.  Tragisnya, korban semula sempat menolak diajak teman-temannya, namun kemudian tergiur setelah melihat temannya asyik mandi.

Informasi yang dihimpun di lapangan, insiden tersebut terjadi pukul 12.00 WIB. Menurut keterangan sejumlah saksi, siang itu korban mandi bersama empat teman sebayanya yang dua di antaranya diketahui bernama Aziz (14) dan Li Ulin Nuha Asahka (14), yang masih bertetangga.

Semula keduanya bersama satu teman lain berangkat dengan tujuan Sungai Karangsigit untuk mandi. Mereka sempat mampir ke rumah korban yang punya toko kelontong untuk membeli bensin. Saat itu, mereka sempat mengajak korban untuk ikut mandi. Namun korban menolak dengan alasan masih ada urusan.

Ketiganya langsung menuju ke sungai dan mandi. Tak lama berselang, mendadak korban ikut menyusul bersama satu temannya lagi. Namun sampai di tepi sungai, korban hanya menonton saja.

Lama kelamaan korban tergiur untuk ikut terjun ke sungai setelah melihat teman-temannya begitu gembira. Semula salah satu saksi sempat mengingatkan agar korban tak usah ikut karena tak pandai berenang.

Akan tetapi korban ngotot langsung terjun ke sungai. Nahasnya lagi,  korban langsung terperosok ke sungai bagian dalam.

Tubuhnya langsung menghilang dan tidak muncul.  Melihat korban hilang, teman-temannya panik dan mencoba memanggil-manggil korban.

Karena lama tak muncul, mereka spontan berteriak minta tolong hingga mengundang kedatangan warga. Setelah dilakukan penyisiran, jenazah bocah malang itu akhirnya berhasil ditemukan tak jauh dari lokasi dalam kondisi sudah meninggal.

“Tadi (kemarin) sempat kami bersiap melakukan evakuasi, tapi baru berangkat sudah dapat kabar korban sudah ditemukan warga,” ujar Ketua Tim Sukarelawan PMI Sragen, Endro.

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Kasubag Humas, AKP Saptiwi membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya, hasil visum dari petugas medis dan olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban.

Wardoyo