Tersangka Baru Kasus Diksar Mapala UII Ajukan Penundaan Pemeriksaan

Tersangka Baru Kasus Diksar Mapala UII Ajukan Penundaan Pemeriksaan

21
Rekontruksi Kasus Penganiayaan saat Diksar Mapala UII . Foto : Satria Utama

KARANGANYAR – Enam tersangka baru dugaan penganiayaan dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) ke-37 The Great Camping (TGC) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengajukan penundaan pemeriksaan.

Para tersangka dijadwalkan akan diperiksa kembali oleh tim penyidik Polres Karanganyar pada Jumat (19/5/2017) pukul 10.00 WIB.

Penasehat hukum (Advokat) para tersangka, Achiel Suyanto, menjelaskan, seluruh kliennya belum bisa hadir dalam pemeriksaan itu karena alasan teknis. Menurut dia, pihaknya mengajukan penundaan pemeriksaan pada Senin pekan depan.

Ia juga menyampaikan, pihaknya telah menerima surat panggilan pemeriksaan dari Polres Karanganyar. Menurut dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan para kliennya dan keluarga untuk bisa memenuhi panggilan pemeriksaan. Pihaknya telah meminta penjadwalan ulang untuk pemeriksaan tersebut.

“Sebagian besar (tersangka) tidak  berada di Yogyakarta. Kami minta agar pemeriksaan ditunda hingga Senin (22/5/2017) pekan depan,” terang Achiel saat dihubungi.

Baca Juga :  Jelang PPDB SMP, Dewan Kebanjiran Aduan SKTM. Benarkah Marak SKTM Fiktif?

Menanggapi permohonan kuasa hukum tersangka, Kapolres menyatakan, setelah tidak memenuhi panggilan pertama dari Satreskrim Polres Karanganyar pada Senin (15/5/2017), tim penyidik akan melayangkan panggilan kedua pada Jumat (19/5/2017) pukul 10.00 WIB.

“Hari ini (Selasa, 16 Mei 2017) surat panggilan kepada ke 6 tersangka akan dilayangkan ke 4 alamat berlapis. Diantaranya ke kantor Rektorat UII Yogyakarta, kantor Mapala UII, alamat kos serta alamat asal para tersangka,” terang Kapolres.

Menurut Ade Safri, pihaknya mempersilakan kepada penasehat hukum para tersangka untuk meminta penundaan pemeriksaan. Namun, rencana penyidikan telah dijadwalkan oleh tim penyidik.

“Kami (Polres Karanganyar) tetap meminta para tersangka untuk hadir pada panggilan kedua pada Jumat pekan ini,” terang Kapolres.

Syah-syah saja, lanjut Kapolres, jika ada pihak yang memohon penundaan pemeriksaan. Tim penyidik pasti akan mempertimbangkan jika alasan yang diajukan wajar, logis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Gas Hasil Oplosan Rawan Meledak, Mafia Elpiji asal Jebres Bisa Didenda Rp 60 Miliar

“Tim penyidik tidak melihat sama sekali alasan yang logis, wajar dan dapat dipertanggungjawabkan untuk dapat dipertimbangkan untuk penundaan pemeriksaan. Jadi tim penyidik tetap meminta agar para tersangka hadir dalam panggilan kedua pada Jumat (19/5/2017) pekan ini. Kami meminta para tersangka untuk korperatif selama proses penyidikan,” imbuh Kapolres.

Sebelumnya telah diberitakan, Enam tersangka baru dalam kasus dugaan penganiayaan dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) ke-37 The Great Camping (TGC) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tidak memenuhi panggilan Polres Karanganyar untuk menjalani pemeriksaan, Senin (15/5/2017).

Keenam tersangka baru yang dipanggil berinisial DK alias J, NAI alias K, HS alias G, TN alias M, RF alias K dan TAR alias R. NAI alias K seorang perempuan.

Satria Utama

BAGIKAN