JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Thea Ajeng Tampilkan Gaun Pengantin Fantasi Keanggunan Cinderela

Thea Ajeng Tampilkan Gaun Pengantin Fantasi Keanggunan Cinderela

145
BAGIKAN
Secara umum semua gaun pengantin yang diproduksi oleh Thea Ajeng merupakan paduan bahan tile polos dan Thai silk. Foto : The Adjeng

Brand Thea Ajeng  milik desainer Giri Martha Kusuma secara konsisten menampilkan karya cantik nan elegan di setiap karyanya. Termasuk pada event Weeding Expo yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada 13-15 April 2017 lalu.

Pada event tersebut Thea Ajeng berkesempatan berkolaborasi langsung dengan salah satu Wedding Organization (WO) asal negeri jiran itu.

Dia mengungkapkan tema umum yang dipilihnya yaitu English Style. Aneka gaun pengantin nuansa putih menjadi warna pilihannya, kesan anggun nan elegan menjadi fokus utama tujuan pembuatan busana pengantin dengan tema tersebut. Salah satu gaun pengantin yang berhasil mencuri perhatian khalayak yaitu gaun dengan konsep ala Cinderela.

“Kita memilih konsep ini karena kita ingin gaun yang kita buat itu ada kesan yang khas, orang kalau ingat baju itu maka akan terbayang sosok Cinderela,” ujar Martha kepada Joglosemar, Kamis (18/5/2017).

Foto : The Adjeng

Gaun dengan konsep Cinderela memilih warna soft pink berbahan kain Thai silk warna mengilap serta bertekstur kaku sehingga menimbulkan kesan glamor dan berkelas. Selain itu, untuk menunjukkan kesan lembut dikombinasikan dengan tile polos warna soft pink di bagian bawah.

Detail gaun pengantin Cinderela pada bagian dada yaitu patching atau tampal lace full beads dengan taburan diamonds swarovsky serta bulu.

“Kalau bagian lengan menggunakan potongan korset atau backless dengan full beaded atau payet,” tutur Martha saat ditemui di kediamannya di Palur, Karanganyar.

Sementara busana pengantin pria yang berupa jas setelan dengan bahan bridal satin dengan potongan tuxedo. Pemilihan bahan ini membuat sosok pengantin pria bak seorang pangeran yang gagah bersanding dengan Putri Cinderela.

Foto : The Adjeng

Pemilihan warna yang hampir sama namun dengan level kecerahan yang berbeda, warna soft pink pada busana pengantin pria terlihat lebih terang.

“Sebenarnya untuk pemilihan bahan kita hanya berpatokan yang pas saja kebetulan perpaduan Thai silk dan tile polos itu pas dengan bridal satin,” jelasnya.

Martha sejak awal memang konsisten membuat gaun pengantin perempuan dengan nuansa feminin, elegan serta glamor. Termasuk, untuk 24 gaun yang dia ikut sertakan dalam acara wedding expo itu.

Pada acara tersebut mayoritas warna gaun yang dia pilih yaitu warna- warna pastel. Warna- warna pastel merupakan warna yang mudah menimbulkan kesan anggun pada sang pemakai juga merupakan warna yang banyak diminati di pasaran.

Kesan- kesan yang menonjol dari koleksi Thea Ajeng menurut penilaian salah satu pejabat di Malaysia bahwa karya seorang Giri Martha Kusuma itu menimbulkan kesan internasional yang bisa digunakan oleh semua kalangan. Maka, tak heran jika koleksi Thea Ajeng ini masuk menjadi juara internasional.

“Kalau kebanyakan WO yang mengikuti acara kemarin itu mengambil tema gaun pengantin Muslimah, kalau koleksi saya sebenarnya fleksibel bisa dipakai kalangan Muslim maupun non-Muslim,” jelasnya.

Secara umum semua gaun pengantin yang diproduksi oleh Thea Ajeng merupakan paduan bahan tile polos dan Thai silk. Salah satu gaun berwarna soft pink dengan bagian depan yang lebih pendek serta berbentuk mirip bunga sementara pada bagian belakang berekor panjang.

Berbahan tile polos pada bagian bawah dan pada bagian atas Frenchlace dengan model lengan tiga perempat detail fullbeaded ini pun tak kalah anggun.

Gaun yang lain berwarna soft kuning dengan potongan out shoulder, berbahan tile polos berwarna soft yellow serta French lace pada bagian dadanya. Dengan konsep English style dan dibuat rok tingkat atau ruffle full badan.

“Kita pilih French lace sebagai tampalan untuk menimbulkan kesan bahwa gaun ini ekslusif dan mahal,” paparnya.

Kukuh Subekti