JOGLOSEMAR.CO Sport Sport Nasional Tim Sepak bola NPC Indonesia Berencana Pusatkan Latihan di Belanda

Tim Sepak bola NPC Indonesia Berencana Pusatkan Latihan di Belanda

45
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
TIM INDONESIA MENANG – Pemain tim nasional sepak bola Cerebral Palsy Indonesia, Muhammad Yahya membawa bola dengan kawalan ketat pemain tim nasional sepak bola Cerebral Palsy Singapura, Suhaimi Bin Sudar dalam laga persahabatan di Stadion Sriwedari, Surakarta, Sabtu (13/5). Tim nasional sepak bola Cerebral Palsy Indonesia menang telak 10-1.

SOLOTim cerebral palsy (CP) football 7 a-side National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, ingin mengadakan training center (TC) di Belanda.

Program ini tak lepas dari persiapan tim asuhan Fadillah Umar dalam menyongsong ajang ASEAN Para Games (APG) Malaysia, September tahun ini.

Pelatih CP Indonesia Fadillah Umar menerangkan, salah satu tujuannya melakukan TC di Belanda, karena ingin mencari lawan tanding yang kuat.

Mengingat, TC di Kota Bengawan, anak asuhannya hanya melakukan uji coba dengan tim sekolah sepakbola (SSB).

“Dalam persiapan APG, sebenarnya Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) memberikan kesempatan masing-masing cabor (cabang olahraga) untuk melakukan uji coba ke luar negeri. Dan kami memilih ke Belanda, karena sepak bola CP disana sangat lengkap, ada usia dini hingga dewasa,” jelasnya kepada Joglosemar, Senin (15/5/2017).

Di ajang APG Malaysia nanti, cabor ini menjadi salah satu andalan untuk meraih medali emas bagi Indonesia. Sehingga semua persiapan harus sebaik mungkin, termasuk pemilihan pemain.

Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
TIM INDONESIA MENANG – Pemain tim nasional sepak bola Cerebral Palsy Indonesia, Cahyana merayakan gol yang berhasil dibuatnya ke gawang tim nasional sepak bola Cerebral Palsy Singapura dalam laga persahabatan di Stadion Sriwedari, Surakarta, Sabtu (13/5). Tim nasional sepak bola Cerebral Palsy Indonesia menang telak 10-1.

Bahkan, beberapa waktu lalu pihak CP Indonesia sudah melakukan komunikasi dengan salah seorang pelatih di Belanda. Dalam komunikasi tersebut, Belanda menurut Fadillah Umar menyambut baik kedatangan CP Indonesia.

“Kami tahu, ini membutuhkan dana tak sedikit, kami juga masih menunggu jawaban dari Kemenpora. Kalaupun memang tak terwujud. Ya kami tidak kecewa, kami berjanji akan bersiap sebaik mungkin dan menampilan kemampuan terbaik di APG nanti,” katanya.

Sementara itu Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kemenpora, Bayu Rahardian berjanji akan merealisasikan keinginan tersebut ke Kemenpora.

Raditya Erwiyanto