JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten TMMD Mampu Pangkas Anggaran Rp 103 Juta

TMMD Mampu Pangkas Anggaran Rp 103 Juta

18
BAGIKAN
Dok Kodim Klaten
PENUTUPAN TMMD—Plt Bupati Klaten Sri Mulyani dan Dandim 0723/Klaten Letkol Infantri Bayu Jagat memukul kentongan sebagai tanda penutupan TMMD 2017 di lapangan Desa Mlese, Kecamatan Gantiwarno, Kamis (4/5).

KLATEN—kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung tahap I tahun anggaran 2017, diklaim menghemat anggaran sebesar Rp 103 juta.

Hal itu terungkap saat penutupan kegiatan TMMD di Lapangan Desa Mlese, Kecamatan Gantiwarno, Kamis (4/5/2017).

Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0723/Klaten, Kapten Inf Ronggo Basuki selaku Perwira Pelaksanaan TMMD 2017 mengatakan, kegiatan TMMD dilaksanakan mulai tanggal 5 April dan berakhir 4 Mey 2017.

Menurutnya melalui kegiatan yang dilakukan bersama antara TNI dan masyarakat serta komponen instansi terkait, mampu menghemat biaya hingga Rp 103,4 juta.

“Bila dikerjakan secara borongan menghabiskan dana Rp 585,6 juta. Memalui kegiatan TMMD ini hanya mengeluarkan Rp 382,2 juta,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapten Inf Ronggo mengatakan, saasaran TMMD tahun 2017 ini  meliputi kegiatan fisik berupa betonisasi jalan sepanjang 1.300 Meter(M), lebar 3 M dan tebal 10 centimeter.

Di samping itu juga rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak enam unit, jamban keluarga enam unit serta bantuan keagamaan untuk rehab masjid satu unit.

“Kegiatan non fisik berupa penyuluhan membangun semangat bela negara, pemanfaatan lahan dengan Hidroponik dan lainnya, serta pelayanan KB dan Kesehatan serta kegiatan khusus berupa kesenian dan olah raga,” jelasnya.

Dandim 0723/Klaten, Letkol Infantri Bayu Jagat mengatakan, mekanisme program TMMD diawali dan disusun dengan system bottom up planning dari musyawarah atau rembug desa, dilanjutkan di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Kemudian pengerjaannya dilakukan dengan TMMD yang melibatkan unsur TNI, masyarakat dan komponen bangsa yang lain.

“Penentuan sasaran TMMD membutuhkan proses panjang melibatkanan masyarakat secara langsung kemudian dipilih yang paling mendesak, agar masyarakat merasakan manfaat kegiatan secara maksimal,” jelasnya.

Dani Prima