JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Tradisi Unik SMPN 2 Wonogiri, Bangun Kenyamanan Lewat Sarapan Bersama Sebelum Ujian

Tradisi Unik SMPN 2 Wonogiri, Bangun Kenyamanan Lewat Sarapan Bersama Sebelum Ujian

99
Joglosemar | Aris Arianto
SARAPAN GRATIS-Pelajar kelas IX SMPN 2 Wonogiri menikmati sarapan gratis yang disediakan sekolah sebelum masuk ruang ujian, Rabu (3/5).

Banyak cara ditempuh pihak sekolah untuk menciptakan suasana nyaman, sekaligus membuat peserta fokus selama pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

Salah satunya seperti yang ditempuh SMP Negeri 2 Wonogiri. Yakni lewat kegiatan sarapan bersama.

Sekitar 80-an siswa duduk bersila di aula SMP Negeri 2 Wonogiri, Rabu (3/5/2017) pagi. Mereka membentuk kelompok sebanyak tiga buah dan duduk dalam formasi melingkar.

Tak berselang lama, datang salah seorang guru untuk memimpin doa bersama. Usai berdoa, para siswa-siswi itu pun membuka bungkusan coklat yang sebelumnya ditempatkan di tengah masing-masing kelompok siswa.

Dalam bungkusan tersebut, sudah ada nasi plus sayur dan lauknya, tidak ketinggalan ada air minum untuk penghilang dahaga. “Ayo disikat gaes,” ujar salah seorang siswi, Tia.

Bersama-sama mereka pun mulai menyantap menu sarapan tersebut. Ekspresi bahagia tampak jelas di wajah para siswa.

Tak tampak sedikitnya rasa cemas, khawatir maupun takut, meski tak lama lagi mereka akan segera menjalani ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Ya, para siswa itu memang adalah peserta UN yang digelar tahun ini.

Apa yang mereka lakukan sebelumnya, adalah ‘ritual’ sarapan bersama yang dilakukan sebelum mulai mengerjakan UN. Kegiatan tersebut adalah inisiatif pihak sekolah yang sengaja dilakukan untuk mengurangi ketegangan para peserta ujian.

Menurut Tia, kegiatan tersebut sebenarnya sudah dinantikannya. Meskipun sebelum berangkat ke sekolah dirinya telah menyantap menu sarapan yang disedikan ibunda tercinta, saat di sekolah Tia tetap semangat untuk ikut sarapan bersama yang disediakan pihak sekolah.

“Kebersamaan dalam sarapan, meski menunya seserhana, ikan dan sayur, tapi nikmat. Membuat nyaman dan fokus nanti waktu mengerjakan soal,” ujar Tia.

Hal tersebut memang menjadi tujuan pihak sekolah. Sekolah tak ingin anak-anaknya telambat dan kurang fokus dalam mengikuti UNBK.

Sekolah menyediakan sarapan nasi bungkus gratis selama ujian nasional diselenggarakan. Bahkan, hal itu sudah menjadi kebiasaan rutin sejak UN bertahun-tahun lalu.

“Karena takut terlambat, banyak siswa yang datang ke sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu. Makanya kami siapkan sarapan dan minum gratis selama UNBK digelar. Ya biar mereka dalam mengikuti ujian dapat fokus dan lebih konsentrasi,” terang Kepala SMP N 2 Wonogiri, Tarmo Golik.

Untuk pengadaan nasi bungkus, lanjut Tarmo, anggarannya diambilkan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Kendati sampai saat ini BOS belum cair, tapi sekolah bisa menyiasatinya. Yang terang menurut dia, pengadaan nasi bungkus untuk siswa ini tidak menabrak regulasi yang ada.

Disampaikan Tarmo, ada 236 siswa yang mengikuti UNBK di sekolahnya tahun ini. Pelaksanaan ujian sendiri dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama diikuti 80 siswa, sesi kedua 80 siswa, dan sesi ketiga sebanyak 76 siswa.

Tarmo mengaku berusaha membuat suasana ujian menjadi nyawan dan tanpa tekanan. Namun siswa sendiri diharapkan lebih percaya diri.

Sehingga ujian dapat berjalan lancar. Dia juga menyebut sejak hari pertama UNBK digelar, semua berjalan lancar tanpa kendala.

“Persiapan ujian sudah kami lakukan jauh-jauh hari. Ditambah lagi satu jam sebelum mengikuti UNBK mereka kani berikan pembekalan materi ujian,” tandas dia.

Aris Arianto

BAGIKAN
  • Danu Eko Prasetyo

    dirumah belum sarapan, disekolah sudah di siapkan.