JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Tren Kebakaran di Bulan Puasa Meningkat, Warga Diminta Lebih Waspada

Tren Kebakaran di Bulan Puasa Meningkat, Warga Diminta Lebih Waspada

42
Pemadam kebakaran mencoba memadamkan api yang semakin membesar di pekarangan, belakang SPBU Sapen, Mojolaban, Sukoharjo, Sabtu (27/5/2017). Foto : Camat Mojolaban

SOLO – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surakarta mengimbau masyarakat untuk lebih waspada mencegah kebakaran di bulan Puasa.

Pasalnya, tren kejadian kebakaran dipastikan cenderung meningkat dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.

Kepala Dinas Damkar Surakarta, Gatot Sutanto menerangkan, banyak faktor mempengaruhi terjadinya peningkatan kejadian kebakaran terutama di bulan Puasa.

Untuk itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati terutama di saat-saat tertentu.

“Untuk menjadi perhatian bahwa saat dalam cuaca yang terik, jangan membakar sampah atau rerumputan kering di lahan kering. Itu membahayakan, apalagi saat ini memasuki pergantian musim dan kayaknya sudah mau masuk musim kemarau,” paparnya, Minggu (28/5/2017).

Gatot menambahkan, masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga wajib meningkatkan kewaspadaannya.

“Ibu-ibu rumah tangga yang menyiapkan makan sahur, karena mungkin saja memasak untuk sahur dan masih mengantuk, sehingga menjadi kurang waspada. Kalau di dapur tercium bau gas atau gas bocor, jangan sekali-kali menyalakan atau mematikan lampu listrik karena bisa terjadi ledakan. Sebaiknya buka pintu atau jendela biar ada sirkulasi angin sehingga aroma bau gas hilang. Kemudian buka regulator tabung gas,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Gatot, tindakan tersebut harus diteruskan dengan membersihkan selang gas dan pemeriksaan selang gas apakah sudah perlu diganti.

“Caranya yaitu dengan menekuk selang bila ada retakan atau pecah maka sudah saatnya diganti. Kompornya juga perlu dibersihkan kerak-keraknya. Lalu colokan liatrik juga perlu diperksa apakah masih baik, tidak ada gosong di lingkar colokannya. Dan barang elektronik yang lebih intensif digunakan saat Bulan Puasa seperti magic jar, lemari es, kabelnya perlu diwaspadai,” tandasnya.

Diakui Gatot, tren kejadian kebakaran cenderung meningkat meskipun tidak signifikan. “Memang ada perbedaan dibandingkan dengan bulan biasa, frekuensinya cenderung meningkat. Seperti dua hari puasa pertama ini sudah ada dua kejadian kebakaran meski satu kejadian di luar kota yaitu Mojolaban, Sukoharjo, namun kami yang terdekat,” tukasnya.

Triawati Prihatsari Purwanto

BAGIKAN