JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tujuh Proyek Fisik di Sragen Gagal Lelang

Tujuh Proyek Fisik di Sragen Gagal Lelang

297
BAGIKAN
AKSI DEMO- Warga dari berbagai dukuh di Masaran saat memblokir jalur Pucuk-Krebet menuntut pengecoran jalan yang rusak parah sejak dua tahun terakhir, Jumat (21/4). Foto : Wardoyo

SRAGEN – Sebanyak tujuh proyek fisik di bawah Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen tahun 2017, terpaksa harus dilakukan lelang ulang (retender).

Pasalnya, tujuh proyek itu gagal mendapatkan rekanan pemenang saat dilakukan pelelangan beberapa waktu lalu.

Kegagalan lelang tujuh proyek itu terungkap dari hasil akhir pelelangan yang dilakukan oleh pihak Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa (LPJB) Setda Sragen.

Kabag LPBJ Sragen, Tedy Rosanto mengungkapkan, tujuh proyek itu terdiri dari dua proyek jembatan dan peningkatan lima ruas jalan.

Menurutnya, kegagalan tujuh proyek itu bukan karena faktor permainan atau yang lain. Akan tetapi lebih karena semua rekanan yang mendaftar tidak memenuhi kualifikasi persyaratan yang ditentukan.

“Untuk lelang LPSE itu kan menggunakan sistem gugur. Ada satu dua rekanan yang mendaftar itu setelah kita evaluasi administrasinya ternyata ada yang tidak lengkap. Sehingga kita gugurkan,” paparnya, Rabu (3/5/2017). Untuk proyek yang gagal lelang itu nantinya akan dilakukan tender atau lelang ulang.

Sementara untuk proyek fisik yang sudah menyelesaikan lelang sampai saat ini mencapai 39 paket dengan 18 di antaranya sudah diserahkan dokumennya ke DPU.

Sisanya, 21 menurut rencana diserahkan ke PPK dan DPU untuk dievaluasi kembali sebelum dibuatkan perjanjian kontrak dengan rekanan.

Kasubag Pelayanan Pengadaan LPBJ, Didik Sutrisno menambahkan gagalnya tujuh proyek itu lebih dikarenakan rekanan yang mendaftar tak ada yang memenuhi kualifikasi saat dilakukan proses evaluasi administrasi.

Tujuh proyek itu akan dilaporkan ke PPK dan DPU untuk selanjutnya dikaji terlebih dahulu sebelum dilakukan lelang ulang.

Terpisah, Ketua Divisi Pengawasan LSM Tim Operasional Pengawasan Aset Negara (TOPAN-RI) Sragen, Agus Triyono mendesak agar pelaksanaan pekerjaan proyek fisik utamanya perbaikan jalan rusak segera dilaksanakan.

Selain jalan banyak rusak, perbaikan juga sangat dinanti warga terlebih sebentar lagi sudah mendekati mudik lebaran.

“Terlepas dari proses lelang bagaimana, saat ini aspirasi warga memang ingin agar jalan rusak segera diperbaiki. Makanya kalau memang sudah ada pemenang lelang, PPK dan DPU mestinya segera membuat kontrak agar rekanan juga segera bisa bekerja. Jangan malah diundur-undur dan molor dari jadwal. Semakin molor maka yang dirugikan masyarakat juga,” tukasnya.

Wardoyo