JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Ujian Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Jamin Tak Ada Kebocoran

Ujian Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Jamin Tak Ada Kebocoran

46
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
DISTRIBUSI NASKAH US – Sejumlah petugas membawa naskah soal ujian sekolah dasar saat akan didistribusikan ke masing-masing UPT di kantor Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Jumat (12/5). Dari UPT, naskah soal tersebut nantinya akan disebar lagi ke 252 sekolah penyelenggara ujian sekolah bagi 10.404 siswa SD/ MI peserta ujian.

SOLO—Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta menjamin tidak ada kebocoran soal dalam pelaksanaan Ujian Sekolah/ Madrasah (US/M) yang digelar mulai Senin (15/5/2017) hingga Rabu (17/5/2017).

Saat ini, naskah soal US/M disimpan di masing-masing Kantor UPT Disdik di masing-masing kecamatan yang ada di Kota Solo. Tercatat jumlah peserta US/M 2017 di Kota Solo ada 10.444 siswa dari 252 SD dan MI.

Kasi Kurikulum Bidang SD Disdik Kota Surakarta, Rita Nirbaya mengatakan, naskah soal US/M tahun ajaran 2016/2017 tiba di Kantor Disdik Kota Surakarta pada Jumat (12/5/2017), sekitar pukul 09.00 WIB.

“Setelah sampai Disdik pagi, siangnya soal diditribusikan ke masing-masing UPT Disdik yang ada di kecamatan dengan pengawalan dari kepolisian untuk keamanan. Sehingga dari Dinas memastikan tidak ada kebocoran soal,” terang Rita, Jumat (12/5/2017).

Lanjut Rita, untuk pengambilan naskah soal oleh setiap sekolah dilakukan di masing-masing UPT tersebut setiap harinya, mulai Senin (15/5/2017), sesuai jadwal mapel yang diujikan.

Kemudian usai US/M, petugas dari sekolah juga harus mengumpulkan Lembar Jawab Komputer (LJK) ke UPT Disdik di kecamatan setempat.

“Jadi untuk pengambilan naskah soal nanti mulai Senin hingga selesai dilakukan di UPT Disdik masing-masing kecamatan. Proses dimulai pukul 06.00 WIB dan naskah soal harus sudah terdistribusi di sekolah maksimal pukul 07.00 WIB karena ujian akan dimulai pukul 08.00 WIB,” imbuh Rita.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) SD Disdik Kota Surakarta, Wahyono menambahkan bahwa tahun ini Disdik Kota Surakarta tidak menyiapkan naskah soal dalam huruf Braille.

“Tahun ini kebetulan tidak ada sekolah inklusi di Solo yang mengajukan permohonan penyediaan naskah soal dalam huruf Braille,” ujar Wahyono.

Kalau naskah soal dalam huruf Braille untuk siswa di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), kemungkinan ada. Namun lantaran pengelolaan SLB saat ini sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dwi Hastuti