JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Wah, Dunia Sudah Terbalik! 2 Bocah Imut Mborong Curi Motor, Laptop dan...

Wah, Dunia Sudah Terbalik! 2 Bocah Imut Mborong Curi Motor, Laptop dan Kamera

144
BAGIKAN
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
TERSANGKA CURAT—Petugas Polsek Banjarsari menginterogasi tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) di SDN Rejosari 84 Banjarsari ,TS (13) (kiri) dan IL (13) (kanan), Solo, Kamis (11/5/2017). Kapolsek Banjarsari, I Komang Sarjana mengungkapkan karena kedua tersangka masih dibawah umur maka akan dikenakan UUPA

SOLO- Dua orang bocah ditangkap anggota Polsek Banjarsari akibat aksi pencurian dengan pemberatan (curat) yang dilakukannya. Dua bocah berinisial TG (12) dan IL (13) menggasak sepeda motor jenis matic dan kamera digital serta laptop di kawasan Banjarsari.

Kapolsek Banjarsari, Kompol I Komang Sarjana mengungkapkan, penangkapan pelaku curat di bawah umur tersebut bermula dari laporan seorang saksi yang mengaku ditawari sepeda motor oleh pelaku. “Dari saksi inilah kemudian terungkap aksi pencurian mereka berdua. Keduanya ditangkap saat tengah melakukan transaksi jual beli motor hasil curiannya,” paparnya, Kamis (11/5/2017), di Mapolsek Banjarsari.

Peristiwa pencurian berawal saat kedua pelaku menggasak motor Mio AD 2491 XA di kawasan Kampung Tegalmulyo RT04/ RW04 Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari pada Sabtu (6/5) lalu. Tidak berhenti di situ, pelaku TG bersama rekannya yang lain kemudian melanjutkan aksinya dengan mencuri laptop dan kamera di sebuah SD Negeri di Rejosari, Banjarsari.

“Mereka mencuri di sekolahan tersebut dengan cara mencongkel ventilasi. Alasan kebutuhan ekonomi menjadi alasan pelaku untuk mencuri, karena TG ini berasal dari Jakarta dan indekos di kawasan Banjarsari sendirian. Untuk memenuhi kebutuhannya itulah dia mengajak temannya untuk mencuri,” ujar Komang.

Dari kedua pelaku diamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor jenis Yamaha Mio AD 2491XA, sebuah laptop merk ASUS, serta kamera digital merk Nikon. Kapolsek mengungkapkan, karena kedua tersangka masih di bawah umur maka akan dikenakan Undang-undang Perlindungan Anak. “Kita akan berkoordinasi dengan pihak korban dan keluarga yang bisa mewakili, karena mereka semua masih di bawah umur,” tegasnya.

#Triawati Prihatsari Purwanto