Wahyuni, Pedagang Asal Sragen Sudah 3 Hari Terlantar di Bundaran HI Demi...

Wahyuni, Pedagang Asal Sragen Sudah 3 Hari Terlantar di Bundaran HI Demi Menunggu Bertemu Jokowi

1787
Sri Wahyuni (46), penjual susu kedelai asal Sambungmacan, Sragen saat beristirahat di dekat Bundaran HI Jakarta, sejak Rabu (3/5/2017) untuk menemui Presiden Jokowi guna memenuhi nadarnya. Foto/istimewa

SRAGEN- Jika niat sudah bicara, segala tantangan akan dihadapi. Begitulah yang
dirasakan Sri Wahyuni (46) warga Dukuh Karangasem RT 1, Banaran, Sambungmacan yang melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta demi menemui Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi.

Setelah menempuh perjalanan selama hampir dua pekan sejak tanggal 21
April lalu, ibu satu anak yang sehari-hari berjualan susu kedelai itu akhirnya tiba di Jakarta, dua hari lalu (Rabu (3/5/2027) malam. Namun impiannya untuk segera bertemu Presiden terpaksa masih tertunda.

Bahkan, selama dua hari terakhir, ia harus melaluinya dengan tidur di Polsek dan terlantar di sekitar Istana Merdeka. Wahyuni mengaku sempat kebingungan mencari peristirahatan karena tiba di Jakarta sudah malam hari.

“Saya sampai Jakarta pukul 19.00 WIB. Tapi sempat bingung nyari Polsek Metro Gambir Jakarta Pusat. Mana uang saku sudah menipis. Untungnya bisa ketemu Polsek Metro dan bisa numpang tidur di situ dulu,” ujarnya melalui sambungan telepon kepada Joglosemar, Jumat (5/5/2017).

Baca Juga :  Rumah Warga Ngrampal Digerebek Polisi, Ditemukan Ratusan Butir Pil Koplo

Beruntung di Polsek itu, ia bertemu dengan salah satu personel, Babinkamtibmas Kelurahan Duri, bernama Aris yang ternyata berasal dari Sragen. Berkat bantuan polisi kelahiran Kenatan, Sambungmacan itu, ia akhirnya bisa bermalam di musala Mapolsek Metro Gambir.

Pagi harinya, ia kembali melanjutkan perjalanan menuju Istana Merdeka.
Namun, lagi-lagi perjuangannya belum berhasil karena belum ada petugas protokoler Istana yang mendatanginya. Padahal, ia juga sempat menghadap ke kediaman Megawati dan bertemu dengan Sekjen PDIP, Hasto Kristianto.

“Tapi enggak apa-apa. Saya akan setia menunggu sampai ada protokoler Istana yang tahu dan memperbolehkan saya sowan Pak Jokowi. Karena itu sudah nadar saya, saya enggak akan pulang sebelum bisa sowan,” terangnya yang sudah dua hari menunggu di dekat Bundaran HI.

Baca Juga :  DPRD dan Sekolah Swasta Sragen Tolak PPDB Dua Tahap

Sementara, kemarin siang ia sempat mengaku berteduh di sekitar Bundaran HI. Ia juga sempat mengirimkan foto keberadaannya di dekat monumen patung kuda dekat Monas.

“Kemarin sempat bingung juga sampai di Monas. Maklum wong ndesa Mas,” tuturnya.

Wahyuni nekat melakukan aksi jalan kaki Sragen-Jakarta untuk memenuhi nadar yang pernah dilontarkannya 2014 silam. Ia yang merasa iba melihat Jokowi difitnah dan dihujat saat Pilpres, sempat berujar jika Jokowi terpilih jadi Presiden, ia akan menempuh jalan kaki ke Istana Negara demi bertemu sang Presiden asal Solo itu sebagai rasa kecintaaanya akan sosok Jokowi. Nadar itu sempat tertunda karena dulu anaknya masih kecil. (#Wardoyo)

BAGIKAN