Warga Pasang Pita Kejut untuk Keselamatan

Warga Pasang Pita Kejut untuk Keselamatan

62
Pengendara saat melintasi pita penggaduh, beberapa waktu lalu. Foto : Aris Arianto

SOLO – Rencana penertiban pita penggaduh atau pita kejut oleh Pemkot Surakarta menuai reaksi. Warga Kedung Lumbu misalnya mengaku sengaja memasang pita pengaduh untuk mengatasi permasalahan di lingkunganya.

Sekadar diketahui peristiwa kecelakaan yang menimpa salah seorang anak beberapa tahun silam menginspirasi warga memasang pita kejut.

Meskipun pemasangan pita kejut ini mereka pasang hanya berdasarkan hasil rapat RT. Hasil rapat RT itu pun disepakati dan dikerjakan secara gotong royong warga setempat.

“Saya malah baru tahu kalau ternyata harus ada izin dulu, padahal dulu itu cuman karena kita pengin ngrasa aman saja biar nggak ada kecelakaan lagi,” ujar salah seorang warga RT01/RW05 Kedung Lumbu, Endang kepada Joglosemar, Rabu (3/5/2017).

Baca Juga :  Masyarakat Bisa Pantau Armada Batik Solo Trans Lewat Aplikasi Ini

Endang pun tidak keberatan jika nantinya dilakukan pendataan dari Pemkot Surakarta. Namun dia berharap pihak pemkot bersedia berdialog bersama warga terkait pentingnya pita kejut di wilayahnya.

Mengenai salah satu aspek yang diatur terkait ketebalan ban yang digunakan sebagai pita kejut, pihaknya merasa sudah standar. “Ini kan jalan kecil banyak anak yang begitu keluar rumah itu langsung dekat dengan jalan,” tuturnya.

Baca Juga :  Program Mudik Motor Gratis PT KAI, 117 Unit Motor Tiba di Stasiun Purwosari

Sementara itu di wilayah kelurahan Jebres pemasangan pita kejut beberapa warga sudah melaporkan ke kelurahan. Namun ada juga warga yang memasang tanpa sepengetahuan pihak kelurahan.

“Mayoritas mereka laporan ke kelurahan meskipun cuman lisan saja,” ujar Kepala Seksi Lingkungan Hidup (LH) Jebres, Rois Kuntoro.

Rois menambahkan terkait warga yang tidak memberitahukan kepada kelurahan mungkin sudah izin ke Dishub langsung. Karena pada dasarnya kewenangan berada di Dishub bukan kelurahan.

“Kalau aturan lama itu salah satunya diatur soal ketinggian maksimal misalnya tiga sampai lima sentimeter,” tandasnya.

#Kukuh Subekti

BAGIKAN