JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Warga Tanami Jalur Provinsi di Nguntoronadi dengan Pohon Pisang

Warga Tanami Jalur Provinsi di Nguntoronadi dengan Pohon Pisang

40
BAGIKAN
Joglosemar | Aris Arianto
GANGGU PEMUDIK- Pengguna jalan melintas di sisi jalan yang tidak berlubang, sementara di sisi lain tertanam pohon pisang sebagai penanda kerusakan. Foto diambil, Senin (8/5/2017).

WONOGIRI– Jalur provinsi Jateng-Jatim, kembali mengalami rusak parah dan membahayakan pengguna jalan.

Sebagai bentuk protes sekaligus upaya mengingatkan pengguna jalan,warga menanami lubang jalan dengan pohon pisang. Kerusakan jalan tersebut juga membuat kenyamanan pemudik saat Lebaran nanti terganggu.

Sebelumnya, aksi penanaman pohon pisang berlangsung di jalur provinsi wilayah Desa Wonoharjo, Kecamatan Nguntoronadi.

Kini aksi serupa juga terjadi, tepatnya di Desa Pondok, Kecamatan Ngadirojo. Sekitar tiga kilometer arah selatan pertigaan pasar Kecamatan Ngadirojo.

Pantauan Joglosemar, batang pohon pisang sudah tertanam di salah satu lubang jalan, Senin (8/5/2017). Pohon pisang belum terlihat sehari sebelumnya. Yang tampak adalah lubang menganga dengan diameter sekitar 60 sentimeter.

Posisi lubang dan pohon pisang berada hampir di tengah jalan. Hal ini membuat kendaraan hanya melintas di sisi jalan yang tidak berlubang.

Kendaraan harus mengantre saat memilih sisi jalan yang tidak berlubang. Di sisi luar jalan mengalir air dari persawahan di pinggir jalan. Sebagian air masuk ke jalan.

“Lubangnya sangat lebar dan dalam, Mas. Mungkin ada 20 sentimeter dalamnya,” ungkap salah satu warga, Yatno.

Posisi lubang yang berada pada tanjakan, ujar dia, membuatnya tidak terlihat secara jelas oleh pengguna jalan.

Alhasil, menurut dia, banyak pengguna jalan yang menjadi korban. Biasanya pengendara sepeda motor yang terjerembab di lubang tersebut.

“Kami minta Pemprov segera menindaklanjutinya. Memang jalan itu berada di dekat areal persawahan, jadi kandungan air tanahnya cukup tinggi. Tapi saya yakin Pemprov sudah bisa menangani kasus seperti itu,” pinta dia.

Warga Kecamatan Karangtengah yang merantau di Jatibening, Bekasi, Jabar, Eksan, mengaku kondisi jalan di jalur provinsi tersebut sangat mengganggu. Terutama ketika arus mudik dan balik Lebaran. Kerusakan, sebut dia, sudah berlangsung sejak beberapa tahun belakangan.

“Saya biasanya kalau mudik Lebaran pakai motor. Informasinya jalan di Ngadirojo rusak, di Gunung Pegat juga seperti tahun lalu, katanya lebih parah. Jelas membuat tidak nyaman. Tidak tahu nanti ada (jalur) alternatif atau tidak. Kalau dikerjakan mulai saat ini, mungkin menjelang Lebaran sudah bagus jalannya,” ujar dia melalui sambungan telepon.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sri Kuncoro melalui Kepala Bidang Bina Marga, Prihadi Ariyanto mengungkapkan, Jalan Raya Ngadirojo-Baturetno termasuk jalur provinsi. Sehingga pekerjaan perbaikan merupakan wewenang Pemprov Jateng.

Aris Arianto