JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Warga Wonogiri Ini Merasa Untung Menanam Padi Organik

Warga Wonogiri Ini Merasa Untung Menanam Padi Organik

94
BAGIKAN
Joglosemar | Aris Arianto
LEBIH UNTUNG—Dandim Letkol (inf) Basuki Sepriadi bersama Forkompimcam Purwantoro memanen padi organik di Kelurahan/Kecamatan Purwantoro, Jumat (26/5/2017).

WONOGIRI—Penanaman padi organik yang juga dikelola dengan sistem organik terbukti lebih menguntungkan bagi para petani. Tak hanya secara kualitas yang meningkat, namun juga kuantitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan padi non-organik.

Hal tersebut mengemuka saat Kodim 0728 Wonogiri, bersama Forkopimcam Purwantoro melakukan panen raya padi organik jenis Infago Unsoed-1, pada Jumat (26/5/2017). Panen dilakukan di lahan milik Widodo, anggota kelompok tani Ngudi Makmur di Lingkungan Blimbing RT 1 RW 01, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Purwantoro.

Selain Dandim 0728 Wonogiri Letkol (inf) Basuki Sepriadi, dalam panen raya tersebut juga hadir Camat Purwantoro Joko Susilo, Danramil Kapten (kav) Subagyo, PPL Kecamatan Purwantoro, beserta kelompok tani.

Ketua PPL Purwantoro Sudiyana menyampaikan, melalui uji coba pada demplot padi organik varitas Infago Unsoed-1 dan pupuk tersebut dapat dilihat di lahan 0,5 hektare.

Adapun dengan bibit dan pupuk organik tersebut hasilnya lebih baik dan mempunyai perbedaan tersendiri dibandingkan penanaman padi non-organik. Diantaranya tahan terhadap serangan hama dan penyakit, malai atau ulen lebih panjang sekitar 23-25 sentimeter, dan malai bisa mencapai 200 butir.

“Kalau padi biasa dan pupuk kimia satu malai rata-rata hanya mencapai 130-125 butir,” kata dia.

Menurut Danramil, denplot padi organik dalam rangka mendukung program swa­sembada pangan di Wonogiri.

Sementara itu Dandim mengatakan, kegiatan panen raya padi organik dengan sistem tanam jajar legowo (jarwo), sebagai uji coba di lahan seluas 0,5 hektare, menghasilkan panen yang jauh lebih baik daripada menggunakan pupuk kimia. #Aris Arianto