Warung Soto Mbah Darmo di Sukoharjo, Sehari Hanya Sediakan 50 Porsi, Pejabat...

Warung Soto Mbah Darmo di Sukoharjo, Sehari Hanya Sediakan 50 Porsi, Pejabat Pada Antri

432
Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
SOTO LANGGANAN PEJABAT–Mbah Kastini (80) sedang menyiapkan soto untuk para pembelinya beberapa waktu lalu.

Walau sederhana, namun Warung Soto Mbah Darmo di Dukuh Tambakrejo RT 1 RW 1 Desa Tiyaran Kecamatan Bulu ternyata justru ramai dikunjungi pembeli, bahkan sampai jadi langganan pejabat. Apa rahasianya?

Usia mereka sudah cukup lanjut. Sang suami, Darmo kini berusia 90 tahun, sementara sang istri, Kastini sudah 80 tahun. Namun keduanya tampak masih sangat segar dan sigap melayani pembeli yang mampir ke warung soto mereka.

Tak ada kesan mewah bak restoran berkelas. Hanya warung biasa dengan dua bangku panjang mengapit sebuah meja besar. Di atas meja, tersaji sejumlah penganan, mulai dari kacang, gorengan, juga ayam jawa goreng. Ruangannya pun tanpa interior mewah, karena memang warung tersebut menjadi satu dengan tempat tinggal pasangan ini.

Tapi jangan salah, tak hanya orang biasa yang jadi pelanggan di Warung Soto Mbah Darmo yang berlokasikan di Dukuh Tambakrejo RT 1 RW 1 Desa Tiyaran Kecamatan Bulu ini. Kerap kali para pejabat daerah datang berkunjung untuk sekadar menyantap semangkuk soto.

Seperti saat Joglosemar berkunjung bersama Kepala Desa Tiyaran, Sunardi, beberapa waktu lalu. Mbah Kastini yang saat itu mengenakan kebaya hijau, ramah menyambut sembari mempersilakan duduk terlebih dahulu.

Niki dhahare nopo? (Ini mau makan apa?)” tanyanya pada pembeli. Memang selain soto, warung ini juga menyediakan menu ayam goreng sambal bawang sebagai pilihan.

Beberapa menit kemudian, giliran Mbah Darmo dengan kaos putih polosnya menawarkan minuman. “Niki ngunjuke nopo? (Mau minum apa?” ucapnya dengan nada pelan.

Saat menghidangkan soto, Mbah Kastini pun bercerita bahwa selain bersama sang suami, di rumah warung itu, ia juga tinggal dengan dua anaknya, Reni (30) dan Atik (28). Keduanya juga selalu membantu dari sepulang mereka bekerja.

Selain kedua anak tersebut, Kastini mengatakan juga memiliki lima anak lain yang sudah tinggal bersama keluarga masing-masing. Kastini sebelumnya juga sempat berjualan bumbu dapur dan sayuran sebelum akhirnya beralih membuka warung soto. “Saya sudah puluhan tahun berjualan soto. Mumpung masih sehat,” kata dia.

Setiap hari, Kastini mengaku hanya menyiapkan sebanyak 50 porsi soto untuk dijual. Untuk harga, satu porsi nasi soto ia jual dengan harga Rp 8.000, sedangkan ayam jawa goreng mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 25.000. Warung pun buka sejak mulai pukul 08.00 WIB sampai soto yang ia siapkan habis terjual.

“Sudah tua, sudah nggak kuat jualan banyak-banyak. Ini kan buat iseng-iseng saja daripada cuma diam di rumah,” ungkapnya.

Ditanya resep rahasia sotonya, Kastini yang telah memiliki lima cucu tersebut mengaku tak ada yang istimewa. Ia pun tidak tahu alasan banyak pejabat daerah kerap mengunjungi warung sotonya.

“Biasanya Bupati Wonogiri sama Bupati Sukoharjo datang ke sini. Kalau tidak ya pejabat-pejabat di bawahnya,” ujarnya.

Kepala Desa Tiyaran, Sunardi mengaku, warung soto tersebut memang cukup terkenal. Meski sederhana, namun rasanya yang khas membuat pembeli ingin datang kembali. “Banyak yang datang ke sini. Pejabat juga,” ujarnya.

Dynda Wahyu Wardhani

BAGIKAN