JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Wuihhh, Ada 3.500 Pelanggar di Solo Terjaring Operasi Patuh Candi

Wuihhh, Ada 3.500 Pelanggar di Solo Terjaring Operasi Patuh Candi

43
BAGIKAN
Joglosemar | Aris Arianto
ilustrasi pengguna jalan yang terjaring razia selama operasi

SOLO – Sebanyak 3.500 pelanggaran lalu lintas terjadi selama 10 hari pertama pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2017 yang digelar Salantas Polresta Surakarta tanggal 9-22 Mei.

Mayoritas pelanggaran terjadi pada pelanggaran lalu lintas disusul dengan pelanggaran tidak mengenakan helm.

Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Imam Syafi’i mengungkapkan, pelanggaran melawan arus lalu lintas memegang prosentase sebanyak 25 persen dari seluruh pelanggaran.

Hal itu tentu saja sangat memprihatinkan mengingat perilaku kesadaran tertib berlalu lintas yang masih rendah.

“Kondisi itu sangat berdampak pada kecelakaan lalu lintas yang fatal. Bahkan dalam satu hari operasi, pernah tercatat pelanggaran arus sebanyak 80 pelanggaran. Padahal sudah ada rambunya. Maka yang harus diubah adalah perilaku berlalu lintas masyarakat,” ujarnya ditemui di sela-sela HUT ke-7 Car Free Day (CFD), Minggu (21/5/2017).

Kompol Imam menambahkan, pihaknya akan gencar melakukan operasi untuk menekankan kesadaran berlalu lintas kepada masyarakat.

Dikatakan Kompol Imam, tingkat kefatalan kecelakaan di jalan raya khususnya di Kota Solo sangat tinggi, di mana tahun lalu tercatat 67 korban meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan raya.

“Operasi patuh candi bertujuan untuk menekan angka kecelakaan di Kota Solo. Karena di Solo rata-rata terjadi empat kecelakaan dengan tingkat fatalitas tinggi setiap bulannya. Selain itu, pelanggaran tidak memakai helm juga mendominasi di mana hal tersebut juga memicu  kecelakaan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kompol Imam menekankan upaya lain untuk mengurangi tingginya angka kecelakaan di jalan raya yaitu dengan pencanangan tahun keselamatan. Dengan program nasional tersebut, terangnya, diharapkan dapat mengurangi korban kecelakaan di jalan raya.

“Dengan slogan Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan kami menggandeng beberapa komunitas dan organisasi dalam kegiatan tersebut di antaranya komunitas otomotif, bengkel, Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat (FKPM), serta Patroli Keamanan Sekolah (PKS).

Kemudian juga seluruh elemen masyarakat peduli lalu lintas di Kota Solo ini. Kami melibatkan semuanya dengan harapan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat umum tentang arti pentingnya tertib berlalu lintas,” tandasnya.

#Triawati Prihatsari Purwanto