JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen INFO MUDIK SRAGEN: Awas, Jalur Gemolong dan Kota Mulai “Pamer Susu”

INFO MUDIK SRAGEN: Awas, Jalur Gemolong dan Kota Mulai “Pamer Susu”

1297
BAGIKAN
Kondisi arus kendaraan dan pemudik di jalur Gemolong yang mulai padat merayap, Sabtu (24/6/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Memasuki H-2 Lebaran (Jumat, 23/6/2017) hingga Sabtu (24/6/2017) pagi, arus kendaraan di sejumlah ruas jalur mudik di Kabupaten Sragen mulai diwarnai kepadatan.

Meminjam istilah sandi kepolisian, situasi arus sehari menjelang Lebaran bisa terbilang “Pamer Susu” alias padat merayap susul menyusul.

Selain jalur utama di Sragen Kota, kepadatan juga tampak menghiasi jalur di wilayah Gemolong. Iring-iringan mobil pelat luar kota juga mulai memadati jalur Sragen-Gemolong sejak Jumat (23/6/2017) siang.

Bahkan pantauan Joglosemar, hingga Sabtu (24/6/2017) dinihari rombongan mobil pemudik yang mayoritas didominasi pelat B, S dan L masih memadati jalur Gemolong-Sragen.

“Sudah ada peningkatan kepadatan arus. Tapi masih relatif lancar, belum ada kemacetan parah, ” ujar Sriyono, Satgas LDII yang bertugas membantu pengamanan di perempatan Gemolong, Jumat (23/6/2017).

Kenaikan arus pemudik juga dibenarkan Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Sukirno. Saat ditemui di sela pengamanan di pintu keluar Tol Soker Pungkruk.

Menurutnya lonjakan pemudik sudah terjadi di ruas jalur utama. Namun kepadatan belum sampai berdampak pada kemacetan. Hal itu dikarenakan adanya sistem monitor semua ruas jalan yang terkoneksi di Dishub sehingga apabila ada kepadatan yang berpotensi macet, lampu lalu lintas langsung dibuka hijau.

“Jadi di mana ada kepadatan, langsung terpantau dan jalur langsung dibuka,” urainya.

Kondisi kepadatan kendaraan terjadi di ruas jalur Gemolong-Sragen tepatnya di sekitar pintu keluar Tol Soker, Pungkruk, Jumat (23/6/2017). Joglosemar/Wardoyo

Berdasarkan analisanya, lonjakan kendaraan mendekati Lebaran ini juga terjadi di Tol Soker. Namun peningkatan volume kendaraan yang keluar di Exit Tol Pungkruk dinilai masih relatif lebih kecil dibanding yang keluar di Ngawi maupun Paldaplang.

Menurut Sukirno, kepadatan justru terjadi di jalur Gemolong-Sragen karena menjadi muara keluarnya pemudik dari pintu Tol Bawen-Salatiga. Wardoyo