JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Izin Multiyears Diproses, Proyek Flyover Manahan Dibangun Oktober

Izin Multiyears Diproses, Proyek Flyover Manahan Dibangun Oktober

206
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
MENGATASI MACET – Warga melintas di perlintasan kereta api Badran, Surakarta, Minggu (7/5). 

SOLO – Proyek pembangunan flyover Manahan akan dimulai sekitar September atau Oktober tahun ini. Hal itu dipastikan setelah proses pengurusan izin multiyears dilakukan.

Staf Perencanaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Semarang, Bhima Danar Doni mengutarakan, proses izin multiyears sedang berlangsung dan dipastikan pembangunan flyover Manahan dapat dimulai akhir tahun ini.

Dengan masa pembangunan sekitar delapan bulan, lanjutnya, pembangunan overpass Manahan direncanakan selesai tahun 2018.

“Saat ini sedang diurus izin multiyears. Rencananya menggunakan anggaran tahun 2017-2018. Dan dimulai September atau Oktober,” paparnya ditemui di sela kegiatan tinjauan lapangan di Manahan, Senin (19/6/2017).

Dikatakan Bhima, setelah proses izin multiyears selesai dilakukan, maka lelang proyek bisa langsung dilakukan.

Basic desain sudah ada, pada lelang detail engineering desain (DED) sekaligus dilakukan lelang pekerjaan fisiknya. Karena kontrak pembangunan terintegrasi dengan pelaksanaannya,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil dari Pusjatan, Handiyana menambahkan, pihaknya memastikan sekali lagi DED sebelum dimulai pembangunannya.

“Kami memastikan saja desainnya sudah tepat. Kami pastikan juga jarak ruang kedekatan kereta api dan lainnya,” tukasnya.

Sebelumnya, Pemkot Surakarta berencana membangun dua jembatan penyeberangan orang (JPO) saat flyover Manahan selesai dibangun. Nantinya JPO untuk mengakomodir pejalan kaki dan pesepeda mengingat di sana terdapat kompleks sekolah.

“Itu merupakan hasil kajian kita untuk mengakomodir pejalan kaki dan pesepeda. Makanya dibuat JPO dan itu ada track khusus untuk sepeda. Itu kita buat dua JPO,” terang Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU dan PR) Surakarta, Joko Supriyanto belum lama ini.

Rencana pembangunan JPO sudah dikaji bersama Dinas Perhubungan (Dishub). “Nanti akan dibuat jatuhnya  tidak di jalur cepat tapi trotoar ke trotoar, modelnya seperti apa kita bahas lebih lanjut lagi dan akan disusun detail engineering design (DED). Itu lebarnya 1,8 meter, jadi nanti terkoneksi dengan jalur lambat,” kata dia.

Triawati Prihatsari Purwanto