JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Jumlah Wisatawan ke Tawangmangu Ternyata Menurun

Jumlah Wisatawan ke Tawangmangu Ternyata Menurun

142
BAGIKAN
Suasana lalu lintas di depan Pasar Tawangmangu, Kamis (29/6/2017) siang. Foto : Nofik Lukman Hakim

KARANGANYAR—Memasuki momen liburan panjang lebaran dan cuti bersama, arus kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di kawasan Tawangmangu dilaporkan menurun jika dibanding tahun lalu. Rata-rata penurunan setiap objek wisata berkisar antara 1.000-2.000 orang.

Hal itu terungkap dari pantauan penjualan karcis masuk di setiap objek wisata. Berdasarkan data dari Polsek Tawangmangu, pengunjung sejumlah objek wisata di Tawangmangu yang pada Rabu (28/6/2017) sempat menyentuh 25.250 orang, pada Kamis (29/6/2017) turun menjadi 14.000 orang.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak melalui Kapolsek Tawangmangu AKP Riyanto menyampaikan, data itu dihimpun dari hasil pendataan di loket penjualan karcis dan retribusi di sejumlah objek wisata di Tawangmangu.

Seperti air terjun Grojogan Sewu, outbond Balaikambang, Kampung Hallowen Bukit Sekipan, pendakian dan kuliner Cemoro Kandang, dan Pasar Tawangmangu.

“Data 14.000 orang itu pada Kamis pagi hingga pukul 12.00 WIB. Jumlah pengunjung di sejumlah objek wisata itu ada yang naik dan ada yang turun setiap hari,” kata Kapolsek kemarin.

Ia menggambarkan pengunjung di Grojogan Sewu pada Rabu sebanyak 10.500 orang, kemarin turun hanya 6.000 orang saja. Kondisi serupa terjadi di objek wisata lainnya. Penurunan pengunjung berkisar 1.000 hingga 2.000 orang.

Selain memantau kunjungan wisata, mereka juga memastikan alat transportasi umum dan wahana di lokasi objek wisata aman bagi pengunjung.

Polisi mengecek kelengkapan administrasi dan kendaraan yang parkir di Terminal Wisata Tawangmangu. Pengecekan dilakukan terhadap bus AKDP maupun minibus.

“Pengecekan surat dan kelengkapan bis Solo-Tawangmangu PP. Kami cek ban, rem, dan kelengkapan lain. Apakah masih laik atau tidak untuk operasional. Ada wahana flying fox. Kami juga cek alat, sarana, dan prasarana. Apakah laik atau tidak,” tukasnya.

 Wardoyo