JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Jurnal PPDB Trouble, Disdikbud Dipanggil, DPRD Sragen Minta Daftar Nilai Prestasi Dibuka

Jurnal PPDB Trouble, Disdikbud Dipanggil, DPRD Sragen Minta Daftar Nilai Prestasi Dibuka

497
BAGIKAN
ilustrasi. Foto : Website PPDB Sragen

SRAGEN—Pimpinan DPRD dan Komisi IV mendadak memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen di DPRD, Kamis (22/6/2017).

Selain aduan karena website PPDB online jenjang SMP yang sering eror, pemanggilan juga terkait dengan beberapa kebijakan penambahan nilai kemaslahatan dan nilai prestasi (NP) yang banyak dipertanyakan masyarakat.

Sekretaris Komisi IV Sutrisno mengatakan, pemanggilan itu dikarenakan DPRD banyak mendapat aduan soal website dan jurnal PPDB online SMP yang eror sejak hari pertama, Rabu (21/6/2017).

Seringnya website eror dan tidak diakses akhirnya memunculkan pemikiran macam-macam dari masyarakat, mengingat pemasukan nilai dan seleksi sangat sensitif serta menyangkut nasib siswa.

“Yang dikeluhkan kadang website-nya utamanya jurnal, kadang bisa diakses normal kadang enggak. Sampai tadi malam (kemarin) jam 23.00 WIB lebih masih eror. Siang ini tadi (kemarin) juga masih begitu,” ungkapnya.

Tak hanya soal akses, pemanggilan juga untuk mengklarifikasi kebijakan pemberlakuan nilai kemaslahatan dan nilai prestasi yang dinilai jor-joran.

Menurut Sutrisno, tambahan nilai prestasi yang sampai membuat siswa ada yang nilainya bisa menjadi 460 (padahal nilai maksimal 400), juga mengundang kecurigaan.

Karenanya, DPRD meminta kepada panitia untuk menyerahkan semua daftar siswa yang diterima dengan tambahan nilai prestasi dan siswa diterima di SMP negeri grade A dan B.

Disdikbud dan panitia juga diharapkan bisa memperbaiki akses website, sehingga tidak meresahkan masyarakat.

“Nilai prestasi itu yang perlu dibuka. Karena ada siswa yang nilai akademiknya 27 sama anak yang nilainya 25, tapi karena punya tambahan prestasi, akhirnya yang diterima yang nilainya 25. Makanya ini perlu dibuka, apakah prestasi itu benar-benar atau nggak. Karena dugaan masyarakat pasti sampai ke sana (manipulasi),” tukasnya.

Ketua DPRD Bambang Samekto dan Wakil Ketua, Bambang Widjo Purwanto sama-sama menekankan agar ke depan konsep PPDB online lebih dimatangkan, sehingga tidak muncul problem eror dan komplain macam-macam.

Ketua Panitia PPDB Kabupaten Sragen, Suwardi menyampaikan, erornya website hanya sebentar dan hal itu sepenuhnya ada di tangan Diskominfo yang menangani persoalan sistem aplikasinya.

Untuk tambahan nilai prestasi, menurutnya, itu ada aturannya dan nantinya siap untuk menyajikan data ke DPRD.

Wardoyo