JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Kasus Bunuh Diri Ketua RT di Sragen. Diduga Pusing Mikir Anaknya Tergoda...

Kasus Bunuh Diri Ketua RT di Sragen. Diduga Pusing Mikir Anaknya Tergoda Pria Lain

1482
BAGIKAN
Tim Polsek Tangen dan Identifikasi Polres Sragen saat mengevakuasi jasad Pak Ketua RT di Gelangrejo, Katelan, Tangen yang bunuh diri, Rabu (28/6/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Aksi gantung diri yang Ketua Rukun Tetangga (RT) 14, Dukuh Gelangrejo, Desa Katekan, Tangen, Sariyo (60), Rabu (28/6/2017) menguak tabir baru soal pemicunya. Selain sakit menahun yang dideritanya, aksi bunuh diri itu disebut-sebut juga terkait tekanan batin akibat persoalan keluarga yang menderanya.

Kabar yang berembus di kalangan warga, aksi nekat Pak RT itu diduga kuat juga berkaitan dengan problem rumah tangga putrinya yang dikabarkan berantakan.

“Mungkin depresi karena merasakan putri sulungnya yang sudah berkeluarga, malah cerai gara-gara tergoda pria lain. Mungkin almarhum malu karena kabar itu sudah menyebar ke warga juga. Apalagi sampai sempat hamil,” papar Sri Wahono, warga setempat.

Menurutnya, gara-gara tergiur godaan pria lain itu, putri korban yang sebetulnya sudah mapan mendadak memilih bercerai dengan suaminya. Apesnya lagi, pria yang menggoda diketahui hanya main-main dan enggan bertanggungjawab.

Kisah itu sudah banyak diketahui warga sehingga diduga turut memberi tekanan batin terhadap korban. Seperti diberitakan, Pak RT yang berdomisili di Dukuh Gelangrejo RT 14, Katelan,  Tangen itu ditemukan nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam kamar mandi rumahnya.

Tragisnya, jasad korban ditemukan sekira pukul 15.30 WIB oleh istrinya sendiri,  Marti (55). Korban yang sudah lama sakit-sakitan itu menggantung dengan kain jarik batik yang ditambatkan di blandar kamar mandi.

Kapolsek Tangen, AKP Sartu mengungkapkan dari hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban. Perihal kabar persoalan rumah tangga putri korban yang disebut turut memicu insiden gantung diri, ia mengatakan belum bisa memastikan. Yang jelas, korban memiliki riwayat sakit menahun yang ditengarai memicu depresinya.

” Korban murni bunuh diri,  kemungkinan karena sakit-sakitan sejak lama, sakit stroke. Menurut keterangan Pak Lurah, yang bersangkutan juga sudah jarang ikut pertemuan karena kondisi kesehatannya yang sakit itu. Honor RT pun kadang diantar ke rumah, ” jelas Kapolsek.
Wardoyo