JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Laka Maut Tewaskan Wali Murid di Taraman, 3 Siswa SMPN Sidoharjo Mengarah...

Laka Maut Tewaskan Wali Murid di Taraman, 3 Siswa SMPN Sidoharjo Mengarah Ditetapkan Tersangka

3809
Kondisi kecelakaan di lintasan kereta api di Gemolong beberapa waktu lalu. Joglosemar/wardoyo

SRAGEN- Penyidik Unit Laka Satlantas Polres Sragen memastikan sudah menyelesaikan gelar perkara terhadap kasus kecelakaan maut di jalan kampung Dukuh Karanganom RT 7, Desa taraman, Sidoharjo, Rabu (24/5/2017) yang menewaskan seorang wali murid SMPN 2 Sidoharjo, Naning Widjayanti (37).Hasil gelar perkara menyimpulkan ketiga siswa SMP tersebut yang menabrak korban, mengarah kuat ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu disampaikan Kasatlantas Polres Sragen, AKP Dwi Erna Rustanti melalui Kanit Laka Iptu Sudarmaji, Minggu (11/6/2017). Kepada Joglosemar,Iptu Sudarmaji mengungkapkan gelar perkara memang baru selesai dilakukan akhir pekan lalu.

Hasilnya, keterangan saksi dan bukti mengarahkan ketiga siswa SMPN 2 Sidoharjo yang berboncengan motor dan menabrak wali murid asal Dukuh Patihan RT 16/4, Desa Patihan Sidoharjo itu, sebagai pihak yang paling tidak diuntungkan. Ketiga siswa itu masing-masing AD RF (15) pelajar asal Jetak, Duyungan, SUY (15) asal Dukuh Jetak RT 6/2, Duyungan dan IM (15) asal Dukuh Jetis, Patihan, Sidoharjo.

“Sudah kita gelar. Kesimpulannya memang mengarahkan pada ketiganya sebagai tersangka. Tapi memang belum kita tetapkan status tersangkanya, karena masih menunggu koordinasi terlebih dahulu.Karena ketiganya juga masih di bawah umur dan masih berstatus pelajar,”paparnya kemarin.

Menurutnya, ketiga pelajar itu juga belum dilakukan penahanan mengingat statusnya memang masih di bawah umur. Namun ia memastikan proses hukum perkara itu tetap akan dilanjutkan.

Karena ketiganya masih di bawah umur, kemungkinan tetap akan dilakukan diversi (pembinaan kepada keluarga) sesuai dengan UU yang berlaku sehingga tidak akan ditahan. Saat ini penyidik juga masih menunggu orangtua siswa penabrak yang tengah mengupayakan mediasi dengan pihak keluarga korban.

“Kalau perkaranya tetap lanjut, tapi masih menunggu dulu. Karena kemarin keluarga siswa kelihatannya akan melakukan pendekatan ke keluarga korban,” tukasnya.

Sementara rencana melakukan tes urine terhadap ketiga siswa penabrak, terpaksa dibatalkan. Menurut Iptu Sudarmaji, ketiganya batal dites urine karena informasi dugaan pengaruh pil koplo baru diterimanya beberapa hari setelah kejadian.

Seperti diberitakan, ketiga pelajar yang hendak berangkat sekolah itu, dilaporkan menggasak Naning Widjayanti (37), yang barusaja mengantar putranya sekolah di
SMPN yang sama. Ibu muda yang mengendarai Honda Supra AD 4798 ADE itu
tewas dengan luka parah setelah terseret hingga beberapa meter oleh motor ketiga siswa hingga akhirnya tak bisa terselamatkan.(#Wardoyo)

BAGIKAN