Ngeri, Curhat Terakhir Jery, Kurir Sabu Anak Buah Aiptu AGS Sebelum...

Ngeri, Curhat Terakhir Jery, Kurir Sabu Anak Buah Aiptu AGS Sebelum Gantung Diri

1719
Kondisi Jery, tahanan pengedar narkoba jaringan Kanit Aiptu AGS Kentut saat diidentifikasi oleh Tim Polres Sragen dalam kondisi masih menggantung di sel tahanan LP Sragen, Minggu (25/6/2017) malam. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Kematian tragis tahanan kasus peredaran narkoba, Jery Bian Sastro (35) yang ditemukan gantung diri di sel Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Sragen, menyisakan misteri soal pemicu aksi nekatnya di hari Lebaran itu. Belakangan rekan dekat korban yang sempat membesuk, mengungkap soal curahan hati (curhat) Jery beberapa hari sebelum kejadian.

Kepada rekannya, Jery dikabarkan sempat mencurahkan penderitaan psikis dan fisik yang dialaminya semenjak ditahan di LP Sragen. Tekanan itu dialami dari napi-napi lain yang berada di dalam LP.

Salah satu rekan korban, FK, kepada Joglosemar Jumat (30/6/2017) menuturkan, saat membesuk korban, ia sempat mendengar keluh kesah korban yang merasa dipressure napi di dalam. Rasa depresi itu juga dirasakan korban karena di kalangan napi lain, dihembuskan rumor kalau dirinyalah yang mendalangi peredaran sabu, bukan Aiptu AGS.

“Dia sempat bilang di dalam digulung oleh napi-napi lain. Karena ada yang mengembuskan isu kalau dia yang mendalangi peredaran sabunya.
Padahal dia hanya disuruh mengirim oleh AGS saja dan selama ini banyak
yang sudah tahu itu,” ujar TF.

Baca Juga :  Buntut Mangkir Halalbihalal, Tunjangan Penghasilan 2.000 PNS di Sragen Bakal Dipotong

Rasa depresi itu kian bertambah lantaran ancaman hukuman yang diterima korban lebih berat dari Aiptu AGS, mantan Kanit Narkoba yang disebut sebagai bandarnya. Menurut TF, Jery juga merasa tertekan karena merasa dikorbankan padahal 26 paket sabu yang diamankan dalam penggerebekan, diambil dari AGS.

“Kami sebagai rekannya juga prihatin dengan penanganan kasus ini. Kenapa yang polisi harusnya dipecat, malah seolah-olah dilindungi dengan BB semuanya dilimpahkan ke Jery yang hanya sebagai kurir, ” jelasnya.

Curhat lainnya, Jery sebelumnya mengaku kepada istrinya semlat berniat berhenti dari aktivitas peredaran narkoba jaringan sang Kanit. Namun yang bersangkutan tak kuasa karena terus didesak untuk diajak mengedarkan.

Baca Juga :  Misteri Telepon KPK ke Rekanan di Sragen 2 Hari Sebelum Teror Penembakan

Jery tewas dengan meninggalkan istri dan dua anak yang masih kecil-kecil. Kepergiannya memberi pukulan mendalam bagi keluarga karena pagi harinya istri dan anak-anaknya masih sempat membesuk di LP.

Tahanan asal Perumahan Margoasri Gang 2, Puro, Karangmalang itu ditemukan menggantung dengan kain sarung tepat pada hari pertama Lebaran, Minggu (25/6/2017) malam pukul 18.30 WIB. Ia ditemukan sudah meregang nyawa menggantung dengan kain sarung di sel isolasi yang ditempatinya.

“Diketahui pas aplusan petugas. Tahu-tahu pas dicek, korban sudah menggantung di kamar bloknya, ” papar Kalapas Sragen,Rudy Djoko Sumitro.

Terkait kondisi di dalam sel, Rudy sempat menyampaikan tidak ada indikasi tindakan kekerasan atau apapun dari napi lain terhadap korban. Menurutnya korban memang ditempatkan di sel khusus
dan dikarantina. Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN