JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Pelayanan Uang Baru BI di Beteng Vastenburg 19-22 Juni

Pelayanan Uang Baru BI di Beteng Vastenburg 19-22 Juni

68
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PENUKARAN UANG BERSAMA—Warga mengantre untuk menukarkan uang pecahan kecil dalam Layanan Penukaran Uang Bersama Kepada Masyarakat yang digelar Bank Indonesia bersama sejumlah bank di The Park Mall Solobaru, Sukoharjo, Senin (12/6/2017) lalu

SOLO – Kebutuhan masyarakat akan Uang Pecahan Kecil (UPK) baru untuk Lebaran selalu meningkat. Hal inilah yang menjadi konsentrasi Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Surakarta dalam meningkatkan pelayanan dan ketersediaan UPK serta masing-masing channels yang melayani penukaran.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Bandoe Widiarto, mengatakan seperti tahun ini penyediaan uang tunai naik Rp 200 Miliar dibanding tahun sebelumnya dikarenakan kebutuhan masyarakat meningkat. “Tahun ini mengalokasikan senilai Rp 4 triliun, naik Rp 200 miliar dibanding tahun lalu yakni Rp 3,8 triliun,” ujarnya.

Seperti diketahui, selama 3 tahun berturut-turut kenaikan pengalokasian uang meningkat signifikan yakni tahun 2015 menyediakan Rp 2,8 triliun, 2016 menyediakan Rp 3,8 triliun, serta 2017 menyediakan Rp 4 triliun. Untuk tahun ini penukaran dibatasi hingga Rp 4,4 juta bagi setiap orang per hari. Terdiri dari pecahan Rp 20.000 sebanyak Rp 2 juta, pecahan Rp 10.000 sebanyak Rp 1 juta, pecahan Rp 5.000 sebanyak Rp 1 juta dan pecahan Rp 2.000 sebanyak Rp 400.000.

“Jaringan pelayanan pun juga diperluas, seperti pada tahun ini terdapat 86 channel penukaran. Layanan penukaran UPK juga diperluas. Tahun ini penukaran uang untuk masyarakat meluas hingga ke kantor bank daerah-daerah seperti Wonogiri, Boyolali, Klaten, dan Sragen,” jelasnya.

Sedangkan untuk BI Solo khusus melayani penukaran dari instansi atau kolektif. Pengoptimalan layanan hingga ke daerah ini dilakukan agar masyarakat daerah tidak perlu repot antre ke Solo, dan juga sekaligus untuk menyampaikan literasi serta inklusi keuangan kepada masyarakat. Hal ini sangat penting dilakukan karena zaman dan teknologi terus maju dan mengharuskan masyarakat ekonomi Indonesia.

“Dan yang terpenting masyarakat dapat terhindar dari jasa calo atau menukar uang di pinggir jalan sehingga mengurangi risiko peredaran uang palsu,” lanjutnya.

Selain itu, BI juga akan mengoptimalkan kas keliling pada 29 Mei- 16 Juni dengan menyasar pusat keramaian, seperti pasar tradisional, terminal, stasiun, dan kantor pemerintah kabupaten/kota. Setiap hari minimal akan ada dua lokasi yang dikunjungi kas keliling. Tak hanya itu, pada 12 Juni dan 14 Juni ada layanan penukaran bersama di The Park Mall sedangkan di Benteng Vasteburg akan dilakukan pada 19-22 Juni, pukul 09.00-12.00 WIB.