JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Ratusan Pendekar PSHT Sragen Hentikan Pengendara di Tamanasri, Karangmalang. Ternyata Untuk Ini?

Ratusan Pendekar PSHT Sragen Hentikan Pengendara di Tamanasri, Karangmalang. Ternyata Untuk Ini?

1965
BAGIKAN
Sejumlah anggota PSHT Ranting Karangmalang saat berpose sebelum membagikan takjil ke pengendara di Tamanasri, Karangmalang, Senin (19/6/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Momen bulan ramadhan menjadi sarana bagi berbagai elemen untuk menunjukkan aksi kepedulian demi meraih berkah bulan suci ini. Tak terkecuali, perguruan silat persaudaraan setia hat iterate (PSHT) Sragen yang menggelar aksi bakti sosial (baksos) dengan berbagi takjil, Senin (19/6/2017) petang.

Ratusan pendekar dari PSHT Sragen terlihat berbaur untuk memberikan paket takjil yang disiapkan kepada pengguna jalan yang melintas di perempatan Tamanasri, Karangmalang. Kesan sangar yang selama ini melekat di pendekar-pendekar itu, nyaris tak terlihat.

Yang ada hanya suasana keramahan sembari mengulurkan paket takjil untuk berbuka puasa tersebut. Aksi bagi takjil itu digelar pukul 17.00 WIB. Para pendekar berbagai tingkat itu tanpa canggung dengan ramah menghentikan pengendara yang melintas sembari mengulurkan takjil.

Anggota PSHT Karangmalang saat membagikan takjil ke pengendara di Tamanasri, Karangmalang, Senin (19/6/2017). Joglosemar/Wardoyo

Wakil Ketua Ranting PSHT Kecamatan Karangmalang, Sunardi mengatakan pembagian takjil itu merupakan tradisi dan agenda rutin yang digelar PSHT di wilayahnya. Menurutnya selain berbagi, kegiatan itu juga menjaga tradisi PSHT sebagai organisasi seni pencak silat yang menjunjung tinggi nilai luhur bangsa.

“Sebenarnya PSHT ini mengajarkan saling menyayangi satu sama lain. Saling mengerti, saling berbagai dan mengedepankan kemanusiaan. Karenanya di bulan yang suci ini, kami ingin memberikan sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi umat muslim yang sedang dalam perjalanan dalam bentuk takjil,” paparnya.

Menurutnya dengan paket takjil itu, diharapkan bisa membantu mereka yang berpuasa untuk menyegerakan berbuka. Hal itu juga selaras dengan ajaran Rasullulah SAW agar menyegerakan berbuka bagi mereka yang menunaikan puasa.

“Ini juga bagian untuk membangun silaturahmi dan kedekatan sosial PSHT kepada masyarakat. Bahkan PSHT tak melulu urusan silat tapi juga bisa berbuat positif lainnya bagi masyarakat dan lingkungan. Itulah sejatinya jiwa yang tertanam di setiap anggota,” tegasnya. Wardoyo