Rayonisasi Diterapkan, Empat SMAN di Karanganyar Jadi “Korban”

Rayonisasi Diterapkan, Empat SMAN di Karanganyar Jadi “Korban”

137
Ilustrasi

KARANGANYAR-– Sebanyak empat SMAN di Karanganyar terpaksa menyelenggarakan PPDB online pemenuhan daya tampung Senin-Selasa (19-20/6/2017).

Hal itu dilakukan lantaran kuota kursi mereka belum terisi penuh pada PPDB online tahap pertama.

Adanya kebijakan rayonisasi dituding menjadi penyebab tidak terpenuhinya kursi SMAN yang sebelumnya selalu penuh itu. Empat SMAN yang belum penuh itu masing-masing SMAN Colomadu,  SMAN Kerjo,  SMAN Gondangrejo dan SMAN Mojogedang.

Dari website PPDB Online Pemprov terlihat, SMAN Colomadu kekurangan 25 siswa kelas IPS, SMAN Gondangrejo membutuhkan 57 siswa kelas MIPA dan 75 siswa kelas IPS.

Selain itu, SMAN Kerjo membuka pendaftaran lagi 19 siswa kelas IPS dan SMAN Mojogedang membuka pendaftaran 26 siswa kelas IPS.

Baca Juga :  Sisa Perhitungan Anggaran Tembus Rp 223 Miliar, DPRD Karanganyar Soroti Perencanaan

Setelah dilakukan penger jawantani  tiga SMAN yakni Kerjo,  Mojogedang dan Colomadu terpenuhi sedangkan kekurangan kuota di SMAN Gondangrejo masih belum terpenuhi.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Karanganyar, Bagus Nugroho menuturkan, sekolah penyelenggara PPDB online pemenuhan daya tampung itu memang sudah menyelenggarakan sesuai aturan.

PPDB pemenuhan digelar sesuai SE Nomor 420/05972 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online Pemenuhan Daya Tampung SMA Negeri dan SMK Negeri Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2017/2018.

“Tapi khusus pemenuhan kuota, hanya menggunakan SHUN. Tidak ada rayonisasi dan nilai kemlasahatan. PPDB online pemenuhan kuota dilaksanakan kemarin dan hari ini. Kalau kuota masih belum terpenuhi ya sudah,” paparnya,  Selasa (20/6/2017).

Baca Juga :  Kebakaran Landa Rumah Makan di Tasikmadu, Kerugian Capai Rp 30 Juta

Menurut analisis Bagus, belum terpenuhinya kuota itu tak lepas dari kebijakan rayonisasi. Maksudnya, kebijakan pembatasan siswa dari luar kabupaten/kota untuk mendaftar di Karanganyar. PPDB online tahun pelajaran 2017/2018 hanya membatasi 7 % dari kuota untuk siswa dari luar Karanganyar.

“Kalau dulu berapa pun kapasitas di Karanganyar terbuka untuk siswa dari luar. Kalau kami hanya pelaksana. Sistem sudah diatur terpusat dari pemerintah,” sebutnya.

Di sisi lain, Bagus mengingatkan SMAN lain di Karanganyar yang melaksanakan daftar ulang pada Selasa (20/6/2017). Pihak sekolah tidak boleh menerima siswa secara offline meskipun kuota siswa tidak terpenuhi.

Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN