JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen SKTM di SMAN 1 Sragen Dicurigai Bermasalah, BP2MK: Daftar Ulang Masih Bisa...

SKTM di SMAN 1 Sragen Dicurigai Bermasalah, BP2MK: Daftar Ulang Masih Bisa Dicoret

270
BAGIKAN
Ilustrasi PPDB. Foot : dok Joglosemar

SRAGEN—Satu siswa yang diterima pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Sragen 2017/2018 dari jalur kuota miskin diprotes lantaran diduga menggunakan fasilitas Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bermasalah.

Sementara, Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Provinsi Jateng menegaskan, siswa yang diterima lewat jalur miskin dengan SKTM akan diverifikasi tahap kedua dan apabila ada yang ketahuan tidak sesuai, maka bisa langsung dicoret.

Indikasi SKTM rekayasa di SMAN 1 Sragen terungkap dari aduan salah satu orangtua calon siswa yang anaknya gagal diterima di SMAN terfavorit di Sragen tersebut.

Orangtua asal Sragen berinisial ANT itu kepada Joglosemar mengungkapkan, dari temuannya ada salah satu siswa anak dari tenaga tata usaha (TU) di sekolah tersebut berinisial SR, yang diketahui lolos PPDB dengan fasilitas SKTM.

Padahal, sepengetahuannya, kondisi orangtuanya tidak layak disebut miskin karena memiliki mobil dan dua sepeda motor dengan rumah yang terbilang cukup bagus.

Akibat fasilitas SKTM itu, membuat nilai anaknya yang seharusnya masih bisa diterima, akhirnya terdepak dan tergeser oleh anak dari oknum tenaga TU tadi.

“Harusnya kalau dia tidak pakai SKTM, anak saya masih bisa diterima karena ada di ranking terakhir. Tapi gara-gara pakai SKTM itu, anak saya jadi tergeser satu peringkat di bawah siswa terakhir yang diterima, sehingga gagal masuk. Saya benar-benar kecewa. Ini tidak adil karena nilai akademik kalah hanya karena SKTM yang tidak sesuai,” katanya kesal, Selasa (20/6/2017).

Lebih lanjut, ANT menguraikan, fasilitas SKTM itu diketahui dari pengumuman siswa yang diterimanya. Dalam daftar pengumuman, anak dari tenaga TU tadi masuk diterima di peringkat bawah dengan tanda blok biru yang artinya menggunakan jalur KK miskin.

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala SMAN 1 Sragen Sukardi mengaku, belum menerima aduan soal indikasi SKTM palsu yang dilakukan oleh anak salah satu tenaganya itu. Ia berharap apabila ada yang protes, bisa menyampaikan secara resmi dan tertulis ke sekolah agar bisa ditindaklanjuti.

Namun ia membenarkan SR merupakan tenaga TU di sekolahnya. Soal indikasi penggunaan SKTM yang tidak sesuai itu, menurutnya, hal itu kewenangan di provinsi lantaran proses PPDB SMA/SMK semuanya ditangani langsung oleh provinsi.

Terpisah, Kepala BP2MK Provinsi Jateng, Kartono menyampaikan, akan mengkroscek terlebih dahulu indikasi penyalahgunaan SKTM untuk salah satu siswa di SMAN 1 Sragen tersebut. Ia juga berharap masyarakat tak hanya sekadar mengadu, namun harus disertai dengan data dan bukti yang kuat.

Meski demikian, Kartono menegaskan apabila memang terbukti menggunakan SKTM yang palsu atau tidak sesuai realita, maka siswa yang bersangkutan akan langsung dicoret.

Menurutnya, sekalipun siswa sudah daftar ulang, apabila SKTM-nya terbukti bermasalah, maka sanksi pencoretan tetap akan dijatuhkan.

“Kalau memang benar, ya nanti akan dicoret. Nanti akan kami kroscek dulu kan masih ada verifikasi tahap kedua,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, apabila siswa dicoret dan tidak dapat sekolah, hal itu adalah konsekuensi yang harus diterima.

 Wardoyo