Tak Tahan Keadaan, Pak Ketua RT di Tangen, Sragen Nekat Bunuh Diri

Tak Tahan Keadaan, Pak Ketua RT di Tangen, Sragen Nekat Bunuh Diri

4778
Tim Polsek Tangen dan Identifikasi Polres Sragen saat mengevakuasi jasad Pak Ketua RT di Gelangrejo, Katelan, Tangen yang bunuh diri, Rabu (28/6/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Warga di Desa Katelan, Kecamatan Tangen, digegerkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan Ketua Rukun Tetangga (RT), Sariyo (60), Rabu (28/6/2017). Pak RT 14 yang berdomisili di Dukuh Gelangrejo RT 14, Katelan, Tangen itu ditemukan nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam kamar mandi rumahnya.

Tragisnya, jasad korban ditemukan sekira pukul 15.30 WIB oleh istrinya sendiri, Marti (55). Marti yang curiga tak melihat suaminya sejak siang, langsung histeris ketika membuka kamar mandi dan mendapati suaminya sudah meregang nyawa.

“Yang menemukan pertama kali istrinya. Langsung histeris dan berteriak minta tolong saat melihat suaminya sudah nggantung, ” papar Sri Wahono, tetangga korban.

Korban diketahui barusaja pulang dari rumah sakit akibat penyakit stroke yang dideritanya. Pak RT yang sudah lama sakit-sakitan itu menggantung dengan kain jarik batik yang ditambatkan di blandar kamar mandi.

Insiden itu membuat seisi kampung sempat gempar. Warga yang mendengar kabar langsung berbondong-bondong mendatangi rumah Pak RT tersebut.

Seusai dilaporkan ke Polsek, tim Polsek yang dipimpin Kapolsek AKP Sartu langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi jasad korban.

“Dari visum petugas medis dan tim identifikasi Polres, tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Korban murni bunuh diri, kemungkinan karena sakit-sakitan sejak lama. Kata Pak Lurah, yang bersangkutan juga sudah jarang ikut pertemuan. Honor RT pun kadang diantar, ” jelas Kapolsek. Wardoyo

BAGIKAN