Toilet Portable di Solo Belum Ideal, Begini Kata Pengamat

Toilet Portable di Solo Belum Ideal, Begini Kata Pengamat

22
Joglosemar/Yuhan Perdana
CEK PENERANGAN–Petugas memeriksa lampu penerangan toilet portable di kawasan Manahan, Selasa (19/1). Pengecekan lampu penerangan tersebut ditujukan agar toilet umum tersebut tidak digunakan untuk hal diluar fungsinya.

News Analisis dari Ketua ASITA Solo, Daryono

Kebijakan pengadaan toilet hendaknya bukan hanya dipandang sebagai fasilitas umum yang dicukupi ala kadarnya. Perlu dibangun kesadaran bersama bahwa toilet merupakan sebuah kebutuhan.

Hal ini mengandung maksud, pemerintah kota Surakarta jangan hanya mengukur dari sisi kuantitas, namun juga memperhatikan kualitas sehingga dari toilet yang disediakan.

Tidak hanya di Solo, jika kita lihat kenyataan yang ada, kebutuhan akan toilet masih dipandang sebelah mata. Bahkan indeks kebersihan secara nasional masih sangat rendah.

Selain masih kurang dari sisi kuantitas, toilet yang tersedia masih belum memberikan jaminan kebersihan dan pelayanan. Bahkan di tempat wisata keberadaan toilet masih ala kadarnya, sulit diakses dan tidak terjaga kebersihannya.

Baca Juga :  Menariknya Kirab Budaya Tirtonadi, Mulai Kostum Setinggi 4 Meter Hingga Bancakan Ketupat

Di sisi lain, Kota Solo telah berkembang sedemikian rupa, banyak ruang publik yang tersedia. Namun toilet umum masih sulit diakses.

Cukup mudah melihat kondisi ini, silakan saja berjalan sepanjang Alun-alun Utara hingga Gladag, kita akan sulit menemukan toilet umum. Tak hanya itu, jika kita berjalan dari Gladag menuju kawasan Mangkunegaran,  toilet umum juga sulit ditemukan.

Desain toilet umum hendaknya juga memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas. Tentu menjadi ironi jika  citywalk dibangun sedemikian rupa dengan mengakomodir penyandang disabilitas tapi, toilet umum yang disediakan tidak mengakomodir mereka.

Baca Juga :  Lagi, Rotari Club Bantu Penyediaan Sanitasi Komunal Warga

Maka dari itu dinas terkait hendaknya menghitung kebutuhan toilet di berdasarkan tata ruang dan mobilitas masyarakat. Untuk kawasan citywalk dapat dihitung dengan mempertimbangkan jarak.

Sedang untuk taman kota yang saat ini hanya tersedia satu toilet umum, paling tidak ditambah menjadi dua unit toilet. Selain itu harus ada konsistensi, yakni meliputi jam pelayanan serta kepastian toilet yang disediakan bersih. Perlu disadari bersama bahwa kondisi toilet menunjukkan

citra atau kepribadian. Maka dari itu persolan kebutuhan tolilet dan kualitasnya jangan dipandang sebelah mata.

Arief Setiyanto

Advertisements
BAGIKAN