JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Tragis, Jalur Tol Soker Mulai Makan Korban. Kakek Asal Sragen Tewas...

Tragis, Jalur Tol Soker Mulai Makan Korban. Kakek Asal Sragen Tewas Tergasak Saat Nyeberang

6998
BAGIKAN
Situasi jalur perlintasan Tol Soker di Klodran, yang berjubel dipenuhi kendaraan lalu lalang dari berbagai arah. Kondisi sejumlah titik perlintasan serupa yang belum ada overpass memang sangat rawan kecelakaan. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Jalan tol Solo-Kertosono (Soker) memakan korban. Seorang warga Dukuh Karangudi, RT 18, Desa Karangudi, Ngrampal, Citro Miharjo (66) tewas saat hendak menyeberang di perlintasan sebidang jalan antar desa dengan jalur tol di wilayah Bandungsogo, Ngrampal.

Kakek yang mengendarai sepeda motor itu tewas saat digasak pengemudi mobil yang melaju di jalur Tol Soker. Korban tertabrak Senin (19/6/2017) pagi sekira pukul 06.00 WIB namun meninggal petang dan dimakamkan malam itu juga.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat korban mengendarai Suzuki Smash AD 3797 UY dan melaju dari arah Bandung Sogo menuju ke arah Sragen. Karena belum ada penyeberangan, ia mengambil jalan pintas menyeberang perlintasan sebidang di Dukuh Ngablak, Bandungsogo.

Nahas, saat berada di tengah jalan bebas hambatan itu, dari arah timur melaju mobil Isuzu Panther H 8502 US yang dikemudikan Peri Kiswanto (36) warga Kradenan, Grobogan, Purwodadi.

Karena jarak terlalu dekat, karyawan BUMN itu gagal menghentikan laju mobilnya dan tabrakan pun tak terhindarkan. Benturan keras membuat Citro terpental dan jatuh bersama motornya.

Kades Karangudi, Joko Santoso menyampaikan korban sempat dilarikan ke RS Karima Utama di Kartasura, Sukoharjo. Namun nyawanya akhirnya gagal terselamatkan.

“Korban meninggal saat menyeberang dan ditabrak mobil yang lewat di tol. Ini saya masih yasinan di rumah korban, ” paparnya Selasa (20/6/2017).

Kasatlantas Polres Sragen, AKP Dwi Erna Rustanti menyampaikan tidak ada laporan secara detail mengenai kecelakaan di Tol Soker yang menewaskan warga itu. Namun ia mengaku memang sempat mendengar ada kecelakaan di jalur perlintasan wilayah Ngrampal.

“Ya cuma dengar. Tapi belum tahu kalau itu di jalur tol.Dan kejadiannya sebelum tol dibuka,” paparnya.

Atas kejadian itu, pihaknya kembali mengimbau kepada pengendara yang melintasi Tol Soker untuk menaati rambu-rambu batas kecepatan. Pasalnya, kondisi jalur Tol soker belum sepenuhnya sempurna sehingga batas kecepatan memang ditentukan maksimal hanya 40 km/jam saja.

“Padahal rambu-rambu bataa kecepatan juga sudah banyak dipasang.Itulah kadang pengemudi merasa situasi lengang memacu kecepatan tinggi. Makanya nanti akan kami tingkatkan pengawasannya,” terangnya.

Dirut PT SNJ, David Wijayatno mengaku belum mendapat laporan soal kecelekaan di jalur Tol Soker wilayah Ngrampal itu. Menurutnya hingga kemarin tidak ada data maupun laporan soal kejadian itu.

“Kalau kecelakaannya Senin pagi jam 06.00 WIB, berarti kan jalur belum kita buka untuk pemudik. Itu di luar sepengetahuan kami dan sampai saat ini juga nggak ada laporannya, ” urainya.

Atas kejadian itu, pihaknya tak henti mengingatkan kepada pengemudi atau pemudik yang melintasi tol, untuk membatasi kecepatan maksimal 60 km/jam. Kemudian mendekati jembatan dan perlintasan juga diimbau mengurangi kecepatan maksimal 40 km/jam dan 20 km/jam.

“Sekali lagi, bahwa jalur Tol Soker saat ini belumlah sebagai jalan tol. Tapi baru sebatas difungsikan untuk jalur alternatif mudik saja. Karenanya harus hati-hati dan mengurangi kecepatan,” jelasnya. Wardoyo