Truk Bermuatan Berat Dilarang Melintas di Jalur Mudik

Truk Bermuatan Berat Dilarang Melintas di Jalur Mudik

19
Ilstrasi truk muatan berat. Joglosemar/Wardoyo

BOYOLALI—Polres Boyolali rutin menggelar operasi terhadap truk bertonase tinggi. Upaya itu untuk memastikan pada jalur utama pemudik bebas dari truk bermuatan berat menjelang lebaran.

Kendaraan bermuatan berat yang dimaksud yakni kendaraan pengangkut pasir, batu, hingga tanah uruk.

Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Marlin Supu Payu mengatakan, pelarangan truk bermuatan berat diberlakukan sejak H-7 hingga H+5 lebaran. Pemantauan difokuskan pada jalur utama dan jalur alternatif di wilayah Kabupaten Boyolali yang dilalui pemudik.

“Jajajaran kami terus melakukan pengawasan. Hal ini untuk memastikan pada jalur utama maupun jalur alternatif yang dilalui para pemudik bebas dari truk bermuatan melebihi tonase,” katanya, Kamis (22/6/2017).

Baca Juga :  Persebi Boyolali Beri Kekalahan Perdana bagi Persis GR di Liga 3

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada H-3 lebaran kemarin pada jalur utama dan jalur alternatif yang dilalui pemudik dipastikan bebas dari truk bermuatan berat. Hasil pantauan di lapangan, arus lalu lintas pada jalur utama maupun jalur alternatif mudik lancar.

Seperti diberitakan, Pemkab Boyolali kembali memberlakukan kebijakan pelarangan truk-truk bermuatan berat melintas di jalan raya Boyolali per 18 Juni 2017.

Menurut Kabid Keselamatan Sarana dan Prasaran Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Didik Prihanto, pelarangan tersebut berlaku sampai dengan H+7 lebaran. “Aturan ini untuk menunjang kelancaran arus mudik dan balik lebaran,” terangnya.

Ia juga menyampaikan, pada H-4 hingga H+3 lebaran semua jenis truk bermuatan di atas 14 ton dilarang melintas di semua jalur utama di Kabupaten Boyolali.

Baca Juga :  Warga Antusias Ikuti Pemeriksaan IVA

Pemkab kembali memberlakukan kebijakan pelarangan truk-truk bermuatan melebihi tonase melintas di jalan raya Boyolali per 18 Juni 2017.

“Seperti kita ketahui kendaraan berat biasanya melintas dengan kecepatan yang sangat lambat, sehingga berdampak pada kemacetan di ruas jalan utama,” imbuhnya.

Didik melanjutkan, pada puncak arus mudik maupun balik lebaran yang diperbolehkan lewat jalan yang dipersiapkan sebagai jalur mudik hanyalah mobil pribadi, angkutan penumpang, dan pengangkut kebutuhan pokok masyarakat, serta pengangkut BBM.

Satria Utama

Advertisements
BAGIKAN