JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Terlalu.. Usai Kuras Ruko, Komplotan Pencuri di Sragen Ini Malah Tinggalkan Surat...

Terlalu.. Usai Kuras Ruko, Komplotan Pencuri di Sragen Ini Malah Tinggalkan Surat Untuk Korbannya

8104
BAGIKAN
Surat yang ditulis komplotan pencuri ruko milik guru SMPN 2 Kalijambe ditemukan tergeletak di lantai ruko, Rabu (28/6/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN–  Aksi pencurian yang diduga dilakukan komplotan pelaku di Ruko milik guru SMPN 2 Kalijambe, Johan Wahyudi, Rabu (28/6/2017) menyisakan kejadian unik. Usai menguras habis isi ruko, pelaku malah meninggalkan sepucuk surat untuk korban.

Surat yang ditulis tangan itu diketahui ditinggalkan di atas lantai. Surat itu bertuliskan pesan yang ditulis dalam bahasa jawa halus (kromo inggil).

Namun dari tulisannya, terlihat pelaku adalah generasi tua lantaran tulisan jawanya berdasarkan lafal bukan ejaan yang benar.

Tulisan dalam surat itu kurang lebih “Pak, barang jenengan kulo sambut riyen mados kodok empun angel” (Pak, barang anda saya pinjam dulu. Cari katak sudah sulit”.

Tak hanya itu, di bagian bawah, pelaku dengan berani menulis sebuah nama dan alamat di bawah tertanda. Tulisan itu yakni “Ttd Yadi S, Grobokan Purwodadi”.

Kemunculan surat itu tak ayal mengejutkan sekaligus menggelitik korban. Kepada Joglosemar, Johan mengaku sedikit kaget dengan keberanian pelaku yang masih sempat menulis surat dan meninggalkan di ruko.

“Agak kaget juga. Kalau dirasakan ya lucu. Masa pelaku masih sempat nulis surat dan nulis namanya, ” ujarnya Rabu (28/6/2017).

Menurut Johan, surat itu kemudian langsung diamankan petugas Polsek saat olah TKP. Soal nama yang ditulis dibawah surat, Johan mengaku belum begitu yakin apakah itu adalah nama pelaku sebenarnya.

Perihal profesi pelaku yang di surat diduga pencari katak, menurutnya tidak menutup kemungkinan. Pasalnya beberapa warga dan tetangga sekitar ruko sempat menyampaikan beberapa hari sebelum kejadian, mereka pernah memergoki ada pencari katak (nyuloh kodok-jawa) yang berseliweran habis magrib di sekitar ruko korban.

“Kebetulan tetangga sini punya empati dan saling menjaga. Tadi begitu dengar ruko saya dibobol, mereka pada datang. Nah ada yang bilang sempat beberapa kali lihat wong nyuloh kodok berseliweran beberapa malam sebelumnya. Tapi nggak curiga kalau mereka mungkin berniat jahat di ruko saya, ” urainya.

Seperti diberitakan, Ruko milik Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Soloraya yang terletak di jalan raya Karangjati, KM 3, Dukuh Niten,  Donoyudan,  Kalijambe itu dibobol komplotan pencuri, Rabu (28/6/2017). Pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu itu menguras habis isi ruko.

Diantaranya kulkas 2 pintu, 2 spring bed, magic cor besar, 2 blender besar, 5 tabung gas 3 kg, kompor gas, 2 tikar panjang, 5 dus barang pecah belah dan lain-lain. Kerugian diperkirakan lebih dari Rp 10 juta.

Ia menduga pelaku berjumlah lebih dari satu dan beraksi lebih dari satu kali dan menggunakan mobil. Pasalnya pencurian baru diketahui sejak ia terakhir kali menengok ruko 20 Juni silam. Perabot yang digondol juga ada yang berukuran besar seperti spring bed.

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Saptiwi menyampaikan saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Berdasarkan hasil olah TKP, pelaku diduga masuk dengan cara menjebol jendela samping belakang dan membobol pintu utama untuk mengangkut barang-barang. Wardoyo

  • Wahyu Wibowo

    Tulisan itu mirip dengan yang di tinggalkan pelaku pada bengkel saya sekitar tahun 2012.kejadian itu saya laporkan polsek sragen kota. Setelah kejadian itu pelaku tertangkap polres sragen dan sepertinya sudah di proses.