Volume Kendaraan Lewati Tol Solo-Kertosono Melonjak 250 Persen

Volume Kendaraan Lewati Tol Solo-Kertosono Melonjak 250 Persen

249
Foto-foto : Joglosemar | Yuhan Perdana
KENAIKAN VOLUME KENDARAAN–Kendaraan pemudik saat melintasi jalur alternatif tol fungsional Solo-Kertosono di daerah Masaran, Sragen, Kamis (22/6).

KARANGANYAR—Memasuki H-3 lebaran, Kamis (22/6/2017), volume kendaraan pemudik yang melintasi tol Solo-Kertosono (Soker) tujuan Sragen maupun Ngawi, melonjak drastis hingga 250 persen.

Sementara, guna mengantisipasi puncak arus mudik yang diperkirakan tiba hari ini, Jumat (23/6/2017) hingga besok (Sabtu, 24/6/2017), pihak kepolisian meningkatkan pengamanan dengan menambah jumlah personel di masing-masing pos pelayanan maupun pengamanan di jalur tol Soker.

Direktur PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) selaku pengelola tol Soker, David Wijayatno mengungkapkan, hingga hari keempat pembukaan fungsional jalur tol Soker kemarin, arus kendaraan pemudik mulai meningkat signifikan.

Jika hari pertama hanya 1.000 unit, hari kedua 1.700, dan hari ketiga 2.600 kendaraan yang melintas, kemarin jumlah kendaraan yang masuk membeludak hingga 7.000 unit.

Angka itu diprediksi terus meningkat seiring dengan puncak arus mudik yang diperkirakan baru akan jatuh pada hari ini.

Menurutnya, untuk persiapan puncak arus mudik via tol Soker, pihaknya sudah mengantisipasi jauh-jauh hari dengan optimalisasi seluruh sarana dan prasarana yang ada.

“Personel sudah tidak masalah. Untuk persediaan BBM di kios BBM juga sudah siap dan memadai. Karena lokasinya dekat dengan SPBU Masaran, jadi sewaktu-waktu habis, cepat bisa didatangkan. Kalau soal pengamanan, penanganannya ada di kepolisian dan PJR,” katanya kemarin.

Pun dengan rambu-rambu peringatan maupun imbauan serta petunjuk arah, sudah siap. Tidak ada penambahan karena semuanya sudah terpasang sebelumnya.

Hanya saja ia kembali menekankan soal aturan batas kecepatan maksimal yang diakuinya masih banyak dilanggar oleh pengemudi.

Menurutnya, imbauan sudah tak kurang-kurang disampaikan melalui rambu, spanduk, dan sosialisasi langsung. Karenanya terhadap perilaku pengemudi yang masih nekat melanggar kecepatan, ia hanya mengingatkan apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan, kesalahan bukan ada di pengelola lagi.

“Lha mau bagaimana lagi. Rambu sudah kita pasang, spanduk dan imbauan sudah banyak. Kalau masih nekat, ya kalau ada apa-apa risiko ditanggung mereka sendiri. Kalau dari kami kecepatan kita batasi 60 km/jam, kepolisian malah imbauannya 40 km/jam,” jelasnya.

Sementara, Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan, volume kendaraan yang melintas memang mulai meningkat tajam kemarin dengan mencapai 6.000 unit pada pukul 16.00 WIB.

Guna mengantisipasi lonjakan lebih tinggi di hari puncak mudik yang diperkirakan hari ini, pihaknya sudah menyiapkan tambahan personel di semua pos baik pos pengamanan di pintu masuk Klodran maupun Ngasem.

Jika sebelumnya di tiap pos itu dijaga 18 personel dengan dua shift, hari ini akan ditambah sembilan personel. Termasuk pula di pos Jaten dan Colomadu, juga akan ditambah dengan jumlah yang sama.

Sementara, terkait pelanggaran batas kecepatan, pihaknya juga tak bisa berbuat banyak lantaran rambu-rambu peringatan sebenarnya sudah cukup banyak dipasang.

Sebagai antisipasi, pihaknya mewajibkan kepada semua pengendara untuk selalu menyalakan lampu selama mengakses tol Soker.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Sragen AKP Dwi Erna Rustanti memastikan persiapan di pintu keluar Pungkruk, Sidoharjo sudah siap.

Rambu-rambu petunjuk pengalihan jalur juga sudah terpasang. Jumlah personel juga sudah memadai, sehingga pihaknya relatif tak terkendala sekalipun pada puncak arus mudik. 

Wardoyo

BAGIKAN