Waduh, Pengumuman 30 Paket Proyek Kembali Molor

Waduh, Pengumuman 30 Paket Proyek Kembali Molor

274
ilustrasi

SRAGEN—Pengumuman hasil evaluasi ulang terhadap 30 paket proyek infrastruktur yang sudah sempat dinyatakan menang tapi secara kontroversial dibatalkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU), kembali molor. Janji evaluasi ulang yang akan diselesaikan sebelum awal Juni, hingga tengah bulan ini belum juga diumumkan.

“Sampai hari ini (kemarin), kami belum menerima pemberitahuan dan tadi kami cek di website LPSE belum ada pengumuman hasil evaluasi ulang dari Pokja LPBJ (Lembaga Pengadaan Barang Jasa). Kami nggak tahu apa maunya, kenapa mundur-mundur terus,” kata Rahmat Samsono, pemilik salah satu rekanan yang sempat dinyatakan menang yakni PT Darmawangsa, Kamis (15/6/2017).

Baca Juga :  Penampakan Begal Pocong Gemparkan Warga Sragen. Muncul di Jalur Depan Yappenas, Karangmalang

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala LPBJ Sragen, Tedi Rosanto mengungkapkan, masih dilakukan rapat oleh tim Pokja. Ia menyerahkan pengumuman kepada Kasubag Pengadaan Barang dan Jasa, Albert Pramono Susanto yang menggawangi evaluasi ulang. Namun saat dikonfirmasi, mereka masih menggelar rapat di internal Pokja.

Terpisah, Wabup Sragen Dedy Endriyatno mengklaim hasil pengecekannya ke proyek jalan Gentan Banaran-Karang di Plupuh pada Selasa (13/6) petang, di lokasi ujung sudah datang tiga boks untuk gorong-gorong. Ia juga menyampaikan proyek tidak mandek, namun ada pekerjaan pengerukan di beberapa bagian.

Baca Juga :  Anak Tak Diterima PPDB Online, Ibu di Sragen Ini Nekat Geruduk Rumah Guru

“Alasan dari pihak rekanan menunggu masa panen dulu karena jalan itu jalan angkutan pertanian dan saat ini sebagian sedang panen. Kalau ditutup total transportasi mereka kesulitan,” katanya di ruang Aula Sukowati kemarin.

Saat ditanya kelanjutan proyek yang menuai sorotan setelah mandek pasca sebulan peletakan batu pertama itu, Wabup menyampaikan, yang terpenting proyek diharapkan bisa selesai sesuai kurun waktunya. Saat ditanya apakah sudah ada teguran tertulis terhadap rekanan, menurutnya, alasan dari rekanan seperti itu.

# Wardoyo

BAGIKAN