11 Juli, Sopir Taksi di Solo Gelar Mogok Massal

11 Juli, Sopir Taksi di Solo Gelar Mogok Massal

51
Joglosemar|Maksum Nur Fauzan
Sejumlah taksi parkir di kawasan Stasiun Balapan Solo, Senin (2/5).

SOLO – Enam perusahaan taksi di Kota Solo akan kembali melakukan aksi protes terhadap kehadiran layanan taksi online. Karenanya pada Selasa (11/7/2017) mendatang dipastikan tidak akan ada taksi resmi yang beroperasi di Kota Solo mulai pukul 08.00-14.00 WIB.

Tidak hanya di Kota Solo saja, aksi mogok operasi yang akan dilancarkan para pengusaha taksi tersebut juga akan dilancarkan di eks Karesidenan Surakarta.

Manajer Kosti Solo, Suyanto menuturkan, selain aksi mogok massal para sopir taksi, mereka juga berencana melakukan longmarch dari Bundaran Gladag hingga Balaikota Surakarta.

Sebelumnya, penolakan terhadap taksi online juga telah dilakukan para pengusaha taksi dengan melakukan aksi damai pertengahan Mei lalu.

“Namun sayang sampai sekarang layanan itu (taksi online, red) masih bisa diakses masyarakat di Kota Solo. Kami akan melibatkan sekitar 500 sopir dari enam perusahaan taksi di Solo dalam aksi mendatang. Bagaimanapun juga operasional layanan angkutan sewa khusus ini sifatnya masih ilegal karena belum dapat izin dari pemerintah daerah. Sekarang juga belum ada penentuan kuota dan tarif dari Gubernur Jateng,” tandas Suyanto, Jumat (7/7/2017).

Baca Juga :  Kampung Susun Pucangsawit Solo Batal Digarap

Sementara itu, Direktur PT Gelora Taksi, Meddy Sulistyanto menilai kebutuhan taksi di Kota Solo saat ini sudah mencukupi.

“Penyedia aplikasi semestinya menggandeng perusahaan taksi lokal untuk memberikan pelayanan, bukan malah menggunakan mobil pelat hitam. Keberadaan layanan angkutan sewa khusus yang tidak terkontrol menjadi masalah serius bagi kehidupan pengemudi taksi lokal. Memang awalnya berangkat dari masalah peraturan. Tapi berdampak pada kehidupan ekonomi,” tukasnya.

Baca Juga :  Pemilihan Putra Putri Solo 2017, Sebanyak 120 Peserta Ikuti Tes Tulis dan Public Speaking

Di sisi lain, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Surakarta menyampaikan dukungannya terhadap rencana aksi tersebut.

“Sebenarnya kami menyayangkan sikap pemerintah yang lambat menyikapi terkait operasional taksi online. Kalau sejak awal pemerintah tegas maka teman-teman dari taksi resmi tidak akan turun ke jalan. Mereka melakukan itu karena merasa dirugikan,” pungkas Ketua Organda Surakarta, Joko Suprapto.

Sebelumnya, Pemkot Surakarta telah menekankan kepada perusahaan aplikasi untuk menggandeng perusahaan taksi jika ingin beroperasi di Kota Solo.

Dinas Perhubungann Kota Surakarta telah melayangkan surat larangan untuk segera menghentikan kegiatan perekrutan dan pengoprasian taksi online.

“Kalau mau sesuai aturan ya harus mengrangkul perusahaan taksi yang sudah ada,” pungkas Taufiq Muhammad, Kepala Seksi Angkutan, Dishub Surakarta belum lama ini.

Triawati Prihatsari Purwanto

Advertisements
BAGIKAN