JOGLOSEMAR.CO Berita Utama 12 PSK Masih Bersemayam di Kemukus, Pengelola Sampai Kewalahan

    12 PSK Masih Bersemayam di Kemukus, Pengelola Sampai Kewalahan

    290
    BAGIKAN
    Ilustrasi | Dok Joglosemar
    Suasana Kemukus pada saat Gubernur Jateng mengeluarkan kebijakan pembersihan dari tindak asusila beberapa tahun lalu.


    SRAGEN—
    Penanggung Jawab Pengelolaan Objek Wisata (PJO) Makam Pangeran Samudera atau lebih dikenal Objek Wisata Gunung Kemukus di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang mengaku tak berdaya untuk melakukan penutupan karaoke maupun aktivitas prostitusi liar yang selama ini bersemayam di sekitar Kemukus. Instruksi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk menghilangkan praktik prostitusi dan karaoke itu juga tidak bisa serta merta dilakukan.

    Penanggung Jawab PJO Makam Pangeran Samudera, Marcellus Suparno mengungkapkan, pihaknya tak menutup mata bahwa sampai saat ini aktivitas prostitusi dan karaoke memang masih ada di Kemukus. Akan tetapi, pihaknya kesulitan untuk menutup karena keberadaan mereka sudah di luar areal Objek Wisata Makam Pangeran Samudera.

    “Kita nggak bisa (menutup) karena itu tempatnya di luar objek. Harus ada kerja sama dengan pemerintah dan pihak yang berwenang menutup,” ungkapnya, Rabu (12/7/2017).

    Ia menguraikan, berdasarkan hasil pendataan pada tes VCT terakhir oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, jumlah PSK di sekitar objek wisata Kemukus tercatat sekitar 65 orang. Soal hasil pendataan Satpol PP awal 2017 yang sempat mencatat jumlah PSK mencapai 200-an orang, pihaknya tidak mengetahui secara pasti jumlahnya.