13 Warga Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Penghancuran Warung Kopi Mesum di Mojogedang

13 Warga Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Penghancuran Warung Kopi Mesum di Mojogedang

77
Joglosemar | Wardoyo
DIHANCURKAN WARGA- Kondisi warung kopi yang digunakan aktifitas prostitusi dan judi milik Hirnoyang dirusak warga di Kedungjeruk, Mojogedang, Karanganyar, Jumat (7/7).

KARANGANYAR—Penyidik Reskrim Polres Karanganyar terus mengebut penuntasan penanganan kasus perusakan dan penghancuran warung kopi (warkop) mesum milik Pawiro Sukarno alias Hirno (73) di Dukuh Jatimulyo RT 1 RW XVIII, Desa Kedungjeruk, Kecamatan Mojogedang oleh ratusan warga di perbatasan Sragen-Karanganyar, akhir pekan lalu.

Polres mengisyaratkan sejauh ini sudah ada 13 warga dan tokoh masyarakat Desa Kedungjeruk yang diperiksa sebagai saksi dan tidak menutup kemungkinan bakal naik menjadi tersangka.

Menurut Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak, Kamis (13/7/2017), penyidik terus mengintensifkan penuntasan kasus tersebut dengan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan.

Bahkan, penyidik juga dipastikan segera melakukan gelar perkara dan penetapan tersangka.

“Hari ini (kemarin) ada sekitar tujuh saksi yang kita panggil dan kita mintai keterangan. Kita serius dan percepat penanganan kasus ini sampai tuntas,” katanya.

Kasat Reskrim AKP Yoga Gede Sanjaya melalui Kanit I, Iptu Agung menguraikan, hingga kini sudah ada 13 orang yang dimintai keterangan dalam kasus tersebut. Mereka berasal dari warga, namun juga ada dari ketua RT, RW, kadus, hingga kades.

Ia menyampaikan, saat ini 13 orang itu masih berstatus sebagai saksi, termasuk kakek pemilik warkop, Hirno.

“Yang pemilik warung sudah Sabtu kemarin kita periksa. Kalau ini tadi (kemarin) ada ketua RT, kadus, kades, dan warga. Semua masih sebagai saksi, tapi tidak menutup kemungkinan saksi naik menjadi tersangka,” tukasnya.

Para calon tersangka itu nantinya akan dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap barang atau orang secara bersama-sama.

Sementara, berdasarkan keterangan mereka di hadapan penyidik, mayoritas berdalih bahwa aksi penghancuran warkop Hirno itu dilakukan secara spontan dan serentak bersama-sama oleh warga. “Dari keterangan mereka, nanti akan diketahui perannya apa,” terangnya.

Kapolres menambahkan, penindakan kasus itu dilakukan semata-mata demi menjaga harkat dan martabat aparat sebagai penegak hukum.

Menurutnya, jika dibiarkan tanpa penanganan, aksi perusakan di Mojogedang bisa menjadi preseden buruk yang mengancam eksistensi kepolisian serta memberi celah hidupnya hukum rimba.

Ia hanya berharap hal itu menjadi pembelajaran bagi masyarakat bahwa tindakan warga dengan main hakim sendiri dan menghancurkan warung tidak bisa dibenarkan secara hukum.

Wardoyo

BAGIKAN