16 Peserta Lolos ke Kudus, Wakil Solo dan Klaten Termuda

16 Peserta Lolos ke Kudus, Wakil Solo dan Klaten Termuda

55
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat berpose bersama para peserta yang lolos dari Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 wilayah Solo Raya di GOR RM Said Karanganyar, Senin (24/7) kemarin. Foto : Djarum Foundation

KARANGANYAR – Empat super tiket diberikan talent scouting kepada empat peserta dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 wilayah Solo Raya di GOR RM Said Karanganyar, Senin (24/7/2017) kemarin. Dua wakil dari Klaten dan Solo ternyata masih berusia delapan tahun.

Tambahan empat tiket membuat wilayah Solo Raya diwakili 16 peserta dalam babak utama di Kudus. Mulai dari sekarang mereka harus bersiap sebelum berhadapan dengan wakil dari tujuh wilayah lain.

Kota Solo tetap jadi penyumbang wakil terbanyak ke babak utama. Ada lima peserta, yakni Atresia Naufa (U-11 putri), Azranaysha Pandya (U-11 putri), Muhammad Rizki Mubarrok (U-11 putra), Farrel Luqman Fitra (U-11 putra), Muammar Khadafi (U-13 putra) yang lolos setelah menembus babak final dan semifinal, serta Adek Vio Pratama (U-11 putra) meraih super tiket dalam usia yang masih delapan tahun.

Tuan rumah Karanganyar yang mengirimkan puluhan atlet hanya mempertahankan satu wakil, yakni Raditya Yuda Wibowo.

Atlet kelahiran 19 Agustus 2005 itu menjadi satu dari empat wakil kategori U-13 putra. Pun juga dengan Klaten yang menyisakan Bijak Pangayom.

Peraih super tiket ini dinilai punya kemampuan istimewa dengan usianya yang masih delapan tahun. Sementara delapan tiket lain jadi milik wakil Pati, Tuban, Ngawi, Salatiga, Sleman dan Magelang.

“Setiap tahun wilayah Solo Raya selalu spesial. Ada banyak atlet potensial yang kita dapat. Makanya Djarum setiap tahun selalu memilih wilayah Solo Raya untuk audisi,” terang salah satu Talent Scouting, Sigit Budianto usai acara, Senin (24/7/2017).

Setidaknya ada tiga atlet muda potensial yang dinilai punya skill maupun daya juang mumpuni. Mulai Atresia Naufa, Bijak Pangayom dan Adek Vio. Ketiganya tahun ini masih berusia delapan tahun.

Bila nantinya lolos dari fase audisi, mereka akan jadi atlet termuda yang tergabung dalam PB Djarum. Dari audisi tahun-tahun sebelumnya, atlet termuda yang berlatih di Kudus berusia sepuluh tahun.

“Lolos dari sini bukan berarti perjuangan sudah berhenti. Justru mereka harus berlatih lebih keras lagi agar nanti bisa bersaing dengan atlet dari daerah lain,” tambah Talent Scouting lain, Hariyanto Arbi.

Terpisah, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengapresiasi langkah Djarum Foundation untuk menggelar audisi bulutangkis di Karanganyar. Terbukti dalam audisi kali ini, animo peserta cukup besar.

Untuk wakil Karanganyar, Raditya Yuda yang berhasil lolos ke babak utama di Kudus, pria yang juga ketum Pengcab PBSI Karanganyar ini siap memberikan dukungan penuh.

“Kami sangat bangga dengan adanya perwakilan Karanganyar yang melaju ke Kudus. Dia mainnya bagus, performance juga menarik. Kami selaku pemerintah siap membiayai karena dia telah mengharumkan nama Karanganyar. Semoga saja, sepuluh atau 15 tahun lagi, ada juara dunia bulutangkis yang berasal dari Karanganyar, saya yakin itu,” ucap Juliyatmono.

Setelah audisi wilayah Solo Raya berakhir, Djarum Foundation akan menuju Purwokerto dan Surabaya pada 5-7 Agustus. Setelah itu giliran Kudus pada 5-7 September. Babak utama berlangung di GOR Djarum Kudus, 8-10 September mendatang.

Nofik Lukman Hakim

BAGIKAN