JOGLOSEMAR.CO Berita Utama 5.000 Calhaj Belum Terima Visa, 211 Ada di Karanganyar

    5.000 Calhaj Belum Terima Visa, 211 Ada di Karanganyar

    38
    BAGIKAN

    KARANGANYAR– Sebanyak 5.000 calon jemaah haji (Calhaj) asal
    Jateng dan DIY, dilaporkan belum memperoleh visa keberangkatan. Sementara untuk wilayah Karanganyar, sebanyak empat Calhaj sempat dilaporkan mengalami kendala karena diketahui terdapat perbedaan identitas nama yang tertera di pendaftaran dengan nama di identitas.

    Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Farhani, usai mengikuti pembukaan sarasehan radikalisme yang berbasis agama, di hotel Diwangsa, Karanganyar, Rabu (26/7/2017) mengungkapkan untuk wilayah Jateng-DIY, jumlah Calhaj yang akan berangkat haji tahun ini tercatat mencapai 34.000 orang. Dari angka itu, lima ribu diantaranya hingga kini memang belum bisa menerima visa.

    Menurutnya, hal itu dikarenakan adanya prioritas penerbitan visa yang didasarkan pada jadwal keberangkatan. Ia juga memastikan meski belum menerima, 5.000 Calhaj itu dipastikan sudah bisa memegang visa sebelum jadwal keberangkatan.

    “Kita akui sebanyak lima ribu lebih calon jamaah haji yang belum menerima visa. Kita prioritaskan yang akan berangkat lebih awal. Tapi kita pastikan, visa tersebut akan diterima para jamaah sebelum keberangkatan ke tanah suci,” kata Farhani, Rabu (26/07/2017).

    Ia menjelaskan secara keseluruhan, persiapan haji sudah selesai. Berbagai fasilitas jamaah selama berada di tanah suci, seluruhnya dinilai telah rampung. Pihaknya juga telah membentuk satuan tugas sebanyak 264 orang yang akan membantu para jamaah, termasuk petugas
    haji, baik kloter maupun non kloter.

    Sementara, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar, Mustain Ahmad, menyampaikan visa milik jemaah calhaj kloter 21 atau sebanyak 355 orang sudah selesai. Tetapi, visa milik jemaah calhaj kloter 77 dan 78 atau sebanyak 211 orang sedang proses.

    “Sudah clear untuk kloter 21. Kalau kloter 77 dan 78 masih proses. Visa itu kan yang mengurus Kemenag pusat. Kami hanya mendapatkan laporan atau perkembangan kalau sudah selesai atau terjadi persoalan. Kami optimistis saat berangkat selesai,” paparnya.

    Jemaah calhaj akan menerima visa saat berada di embarkasi haji. Mustain memastikan jemaah calhaj akan menerima visa sesuai jadwal. Hal senada disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Karanganyar, Museri. Dia menjelaskan Kantor Kemenag sudah mengecek jumlah visa jemaah calhaj yang sudah selesai.

    “Satu demi satu visa terbit. Insya Allah selesai. Termasuk Karanganyar. Gelombang berikutnya menyusul. Segera jadi,” tutur
    Museri.

    Museri menyampaikan sebanyak empat jemaah calhaj sempat mengalami kendala nama. Nama mereka tidak sesuai antara kartu tanda penduduk (KTP), akte kelahiran, surat nikah, dan kartu keluarga. Sebanyak empat jemaah calhaj sudah menjalani sidang penetapan nama di PN Karanganyar.

    Secara keseluruhan, untuk tahun ini jumlah Calhaj Karanganyar yang berangkat menunaikan ibadah haji tercatat sebanyak 566 orang. Jumlah itu berkurang satu orang dari total sebelumnya 567 orang. Satu orang jemaah calhaj dari Ngringo, Jaten, Sujiono, 60, meninggal pada Jumat
    [21/7/2017]. Sujiono berada di kloter 77 dan akan berangkat pada Sabtu (19/7/2017).

    “Kuota awal reguler 555 orang. Sebelum pelunasan ada yang menunda dan meninggal 16 jemaah. Hingga batas waktu pelunasan hanya 533 orang. Jumlah itu dikurangi tiga orang karena istitha’ah dinyatakan tidak lolos. Kemudian ditambah cadangan dan mutasi dari luar. Total 567. Kemudian satu jemaah meninggal,” jelas Museri.

    Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengingatkan peran Tim Pemandu Haji
    Daerah (TPHD). Dia meminta perwakilan TPHD, jemaah calon haji, dan tim kesehatan maju. Mereka melaksanakan instruksi Bupati untuk menyobek kertas. Hasil sobekan kertas dari masing-masing orang berbeda. Bupati mencontohkan agar TPHD dan tim kesehatan bersabar membantu jemaah calhaj.

    “Ada yang masih muda, dewas, tua. Ada yang pendidikan SD hingga perguruan tinggi. Harus sabar. Penerimaan orang berbeda-beda. TPHD itu menjaga rombongan bukan dimomong. Harus kompak,” ujar Bupati.(Wardoyo)