JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Akhirnya, Sopir Bus Eka Maut Yang Tewaskan 2 Warga Ditetapkan Tersangka

Akhirnya, Sopir Bus Eka Maut Yang Tewaskan 2 Warga Ditetapkan Tersangka

368
BAGIKAN

Kondisi korban tewas dalam laka karambol digasak Bus Eka dan terlindas mobil Innova di Nglarangan, Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (4/3/2017). Foto/istimewa
0

KARANGANYAR– Satlantas Polres Karanganyar resmi menetapkan sopir Bus PO EKA S 1515 US, Sutrisno (55), sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut yang menewaskan dua pengendara motor di Jalan Solo-Sragen KM 14, Nglarangan, Kebakkramat, Selasa (4/7/2017). Tim juga menyatakan hasil pemeriksaan saksi dan olah TKP, kecelakaan maut itu dipicu oleh aksi mengemudi sang sopir yang ugal-ugalan dan memacu kecepatan hingga 80 km/jam.

Penetapan status tersangka itu disampaikan Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri SImanjuntak melalui Kasatlantas AKP Ahdi Rizaliyansyah, Minggu (9/7/2017). Kepada Joglosemar, AKP AHdi mengungkapkan penetapan tersangka dilakukan setelah hasil pemeriksaan saksi-saksi dan kesimpulan hasil olah TKP menggunakan sistem Traffic Accident Analysis (TAA) menyimpulkan sopir bus EKA sebagai pihak paling tak diuntungkan dalam insiden itu.

‘Sudah kita tetapkan tersangka (sopir Bus EKA). Dasarnya hasil keterangan saksi, diperkuat hasil olah TKP dan TAA kita. Bahwa situasi arus saat kejadian sebenarnya cukup lengang tapi pengemudi bus memang ugal-ugalan memacu dalam kecepatan antara 70-80 km/jam. Sehingga tidak bisa menguasai bus dan menabrak dua pengendara motor yang sebenarnya
sudah berada di tengah median hendak menyeberang,” paparnya.

Menurutnya, dari kesimpulan TAA dan kesaksian warga, bus tidak mengalami pecah ban terlebih dahulu sebelum menggasak kedua pemotor, Yusuf Madi Burhani (38) warga Winong, Kecamatan Mojolaban, dan Fajar Suharyadi (18) warga Pulosari, RT 05 RW 02 Kebakramat, Karanganyar.

Hal ini juga mementahkan keterangan sopir bus yang saat dimintai keterangan penyidik, sempat berdalih bus mengalami pecah ban sehingga oleng dan menabrak median serta dua korban. Hasil pemeriksaan juga menguatkan bahwa sopir mengarah kuat tidak dalam kondisi mengantuk seperti yang banyak diperkirakan sebelumnya.

“Kepada pengemudi bus akan kita kenakan pasal 310 ayat 4, UU No 22/2009 dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolres,” tukasnya.

Di sisi lain, Kasatlantas menambahkan untuk mobil Totoya Innova AD 8713 GN asal Sragen yang sempat diseret-seret karena posisi motor dan salah satu korban ditemukan berada di bawah kolong Innova, dipastikan lolos dari jeratan hukum. Pasalnya hasil olah TKP dan pemeriksaan, mobil Innova diketahui tidak melindas motor maupun korban, akan tetapi hanya terkena imbas korban yang terpental setelah digasak bus.

Menurutnya, sepeda motor dan pemiliknya, Yusuf Madi Burhani, berada terpelanting dan langsung berada di bawah kolong Innova akan tetapi tidak terlindas. Sebab saat itu, posisi mobil Innova diketahui dalam kondisi berhenti setelah melihat bus menggasak kedua korban.

“Mobil Innova posisinya sudah setop tapi korban dan motornya terpental dan tiba-tiba sudah ada di bawah kolong. Jadi Innova enggak salah,” pungkasnya. Wardoyo

Bagaimana pendapat Anda..?