Andi Purnomo Menolak Bersaksi Untuk Kasus Sri Hartini

Andi Purnomo Menolak Bersaksi Untuk Kasus Sri Hartini

295
Bupati Nonaktif Klaten Sri Hartini (kiri) yang menjadi terdakwa dalam kasus suap promosi dan mutasi jabatan berdiskusi dengan penasehat hukumnya, saat menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan, di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/5). Jaksa Penuntut Umum mendakwa Sri Hartini menerima suap dan gratifikasi sekitar Rp12 miliar berkaitan dengan penataan struktur organisasi dan tata kerja di Kabupaten Klaten. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/foc/17.

SEMARANG – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Klaten, Andi Purnomo menolak bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, untuk kasus pidana yang menjerat Bupati Nonaktif Klaten, Sri Hartini yang tak lain merupakan ibu kandungnya.

Hal tersebut diungkapkan Andi Purnomo saat ditanya Hakim Ketua Antonius Widjantono tentang statusnya sebagai anak kandung terdakwa kasus suap jual beli jabatan Sri Hartini di Semarang, Senin (10/7/2017).

“Saya tidak akan memberikan keterangan karena ibu saya keberatan,” katanya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Klaten usai terdakwa melalui penasihat hukumnya menyampaikan keberatan.

Atas penolakan tersebut, Jaksa Penuntut Umum dari KPK juga menyatakan tidak keberatan. Andi sendiri sedianya akan diperiksa bersama 10 saksi lainnya.

Para saksi yang diperiksa hari Senin ini terdiri atas beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Klaten serta kepala desa di wilayah tersebut. Selain itu, terdapat pula anggota DPRD Kabupaten Klaten yang juga diperiksa.

Para saksi diperiksa berkaitan suap jual beli jabatan serta pemotongan dana bantuan desa yang dialokasikan pada 2016-2017.

Antara

BAGIKAN