Awas, Teror Penculikan Kembali Merebak. Putri Kasie Pemadam Kebakaran Sragen...

Awas, Teror Penculikan Kembali Merebak. Putri Kasie Pemadam Kebakaran Sragen Sempat Disekap dan Diseret

833
ilustrasi

SRAGEN– Sempat merebak kemudian mereda, aksi teror percobaan penculikan anak kembali merebak di wilayah Sragen. Minggu (2/7/2017) pagi,seorang siswi kelas V SD asal Sragen Wetan, Vina (11), nyaris menjadi korban penculikan oleh empat pria tak dikenal yang membawa mobil Innova.

Beruntung, siswi yang berdomisili di Kampung Sidorejo RT 23, Sragen Wetan itu berhasil kabur setelah memberontak saat hendak diseret ke dalam mobil. Ia sempat melawan keempat pria tak dikenal itu sebelum kemudian lari melepaskan diri.

Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi percobaan penculikan itu terjadi sekira pukul 10.00 WIB ketika melintasi Jalan Ronggo Warsito depan bekas Kantor Dishutbun Sragen. Menurut keterangan korban, pagi itu ia tengah berjalan kaki sendirian dari pulang bermain.

Meski banyak kompleks perkantoran, lokasi jalan itu memang dikenal sepi jika hari libur. Termasuk, pagi kemarin yang menurut korban situasinya juga sepi.

Baca Juga :  4 Proyek di Sragen Mencemaskan, Rekanan Siapkan Gugatan

Saat tengah berjalan, putri dari Kasie Pemadam Kebakaran Sragen, Tri Has Caryanto itu mendadak diadang sebuah mobil Toyota Innova.

“Lalu ada empat orang laki-laki semua yang turun. Saya digujer (dipegangi) lalu mulut saya disekap. Mau teriak udah nggak bisa. Tapi waktu akan dinaikkan ke mobil, saya bisa berontak dan akhirnya lepas. Saya langsung lari,” ujarnya didampingi orangtuanya kepada Joglosemar, sesaat setelah kejadian.

Setelah berhasil melepaskan diri, ia kemudian berlari sekuat tenaga dan akhirnya bisa sampai ke rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Vina mengaku tak sempat mengingat pelat mobil dan tak mengenali ciri-ciri wajah pelaku karena kejadian berlangsung cepat.

Baca Juga :  TEROR PENEMBAKAN SRAGEN: Begini Kondisi 2 Pelaku Usai Menabrak Buk dan Terkapar..

Tri Has Caryanto menambahkan, insiden itu membuat kondisi putrinya hingga kini masih trauma dan syok. Meski berhasil lolos, ia mengaku juga masih was-was, terlebih lingkungan jalan di sekitarnya memang sepi. Ia juga berencana melaporkan kejadian itu agar bisa menjadi perhatian orangtua dan aparat terkait.

“Sampai sekarang anak saya masih syok. Meski berhasil lolos, saya tetap was-was,” tukasnya.

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso melalui Kapolsek Sragen Kota, AKP SUseno mengaku belum menerima laporan soal insiden percobaan penculikan itu. Meski demikian, pihaknya mengimbau kepada orangtua untuk memperketat pengawasan terhadap putra-putrinya yang masih kecil.

Tidak membiarkan pergi sendirian, menghindari jalan sepi serta tak mudah percaya dengan orang yang belum dikenal, adalah kewaspadaan yang perlu dilakukan. Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN