Begini Komentar Mengejutkan Bupati dan DPRD Soal Kasus Hukum Bos Sragen United

Begini Komentar Mengejutkan Bupati dan DPRD Soal Kasus Hukum Bos Sragen United

4298
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto : Wardoyo

SRAGEN — Kabar bos Sragen United, Indika Wijaya Kusuma yang tersandung sejumlah laporan dugaan pelanggaran hukum ke Polda Metro Jaya membuat nasib kesebelasan Sragen United semakin menjauh dari Bumi Sukowati.

Sejumlah tokoh utama di jajaran pemerintahan Sragen pun menyayangkan nasib tragis Sragen United meski sebenarnya sudah lama memendam keraguan soal itu.

“Yang dikhawatirkan banyak pihak akhirnya terjadi,” ujar Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kemarin.

Orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu mengaku sebenarnya mengapresiasi kehadiran Sragen United yang diharapkan bisa mengangkat prestasi olahraga Sragen, utamanya di kancah persepakbolaan nasional.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menghapus vadalisme yang intinya menolak kehadiran Sragen United pada awal bulan Maret lalu. Foto : dok

Namun di sisi lain, ia tak menafikan memang banyak pihak yang sejak awal juga meragukan keseriusan bos Sragen United yang terbilang baru muncul tersebut.

Senada, Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto juga menyayangkan nasib Sragen United yang sejak awal digadang-gadang bakal menjadi kesebelasan pengangkat pamor Sragen di kancah nasional itu.

Baca Juga :  4 Proyek di Sragen Mencemaskan, Rekanan Siapkan Gugatan

Bambang juga mengakui sebenarnya sejak awal dirinya dan banyak rekan DPRD lainnya juga sangsi perihal kelangsungan Sragen United yang terkesan bombastis, namun berakhir tragis.

Atas dasar itulah segenap pimpinan DPRD pernah mengundang manajemen Sragen United beberapa waktu lalu untuk menanyakan keseriusannya. Hal itu dilakukan lantaran Sragen United membawa konsekuensi turut membawa nama Sragen ke kancah publik.

“Sudah banyak diprediksi. Karena sejak awal DPRD pun juga nggak yakin. Termasuk kita juga pernah beri masukan ke bupati,” ungkapnya.

Ia juga menyayangkan insiden Sragen United yang di ujung tanduk ini seolah mencoreng nama Sragen di kancah nasional. Hal itu juga ibarat memberi harapan palsu atau PHP ke masyarakat Sragen. “PHP jilid dua,” ujarnya setengah berkelakar.

Namun Indika Wijaya saat ditemui Joglosemar, Rabu (5/7/2017) malam, mengungkap fakta baru selama membangun Sragen United. Dia mengaku tak mendapat dukungan penuh, sesuai apa yang dikatakan beberapa orang terhadapnya pada awal masa pembentukan klub.

Baca Juga :  Mengharukan, Petani Yang Tewas Dilindas 2 Pelajar Ternyata Ekonomi Tidak Mampu. Anaknya Masih Kecil-Kecil..

“Memang saya akui kondisi sekarang sudah bangkrut. Tapi yang tidak diketahui banyak orang, kehadiran Sragen United dulu tidak sepenuhnya diterima. Banyak yang mau masuk tapi kemudian saya tolak karena hanya mau memanfaatkan saja. Tidak ikut membantu (mencarikan dana,red). Akhirnya saya yang pontang-panting, bingung cari dana setelah salah satu investor batal mengucurkan anggaran,” kata Indika.

Saat ini, Sragen United dikelola Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah atas persetujuan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sebagai operator kompetisi Liga 2.

Tercatat 19 pemain mengikuti sesi latihan dibawah asuhan asisten pelatih, Kahudi Wahyu di Stadion Citarum Semarang. Sedangkan posisi pelatih kepala kembali dijabat Jaya Hartono yang sedianya merapat, Sabtu (8/7/2017) esok.

Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN