Begini Kondisi Pria Diduga Pemerkosa Bertopeng Setelah Diamuk Massa di Tanon

Begini Kondisi Pria Diduga Pemerkosa Bertopeng Setelah Diamuk Massa di Tanon

725
Kapolsek Tanon, AKP Agus Jumadi saat menjaga tersangka pemerkosaan bertopeng yang kritis diamuk warga di ruang ICU RSUD Sragen, Sabtu (1/7/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN – Terduga pelaku pemerkosaan bertopeng yang diamuk warga Dukuh Kranggan, Pengkol Tanon karena diduga telah menghamili siswi SMK asal dukuh setempat, Sabtu (1/7/2017), masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sragen.

Sementara, buntut pengeroyokan yang membuat kakek muda berinisial SUM (46) itu gegar otak, membuat keluarganya melaporkan kasus pengeroyokan itu ke Polsek Tanon.

Hingga Minggu (2/7/2017), kondisi pria asal Dukuh Pilang, Pengkol yang ditangkap dan dianiaya beramai-ramai itu masih belum sadarkan diri.

Menurut keterangan dari petugas, yang bersangkutan masih dirawat di RSUD namun sudah dipindahkan dari ruang ICU ke bangsal Mawar.

Dari informasi yang diterima Joglosemar, korban mengalami luka parah di bagian kepala, wajah dan dadanya akibat dihantam bertubi-tubi oleh warga Dukuh Kranggan.

Bahkan, ada warga yang menyebut pelaku sempat dihujani batu dan diinjak-injak dadanya sebelum kemudian diamankan oleh petugas Polsek Tanon.

“Ya kemarin sempat diremuk-remuk. Namanya warga banyak dan geram, ya wis sekenanya. Bahkan ada yang ngejloki dadanya juga,” ujar SUD, salah satu warga.

Baca Juga :  TEROR PENEMBAKAN SRAGEN: Ada Senpi Tanpa Nomor Register dan Motor Pelaku Yang Ditemukan Remuk

Kapolres Sragen, AKBP Cahyo Widiarso melalui Kasat Reskrim AKP Dimas bagus Pandoyo mengungkapkan hingga kemarin pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan bahwa SUM adalah pelaku perkosaan bertopeng yang membuat DS (15), siswi kelas II SMK asal Dukuh Kranggan, kini hamil dua bulan.

“Masih kami selidiki dan lakukan pendalaman apakah korban pengeroyokan (SUM) itu adalah pelaku pencabulan,” ujarnya kepada Joglosemar , Minggu (2/7/2017).

Menurutnya saat ini kasus dugaan pencabulan itu memang sudah ditangani oleh Unit PPA Reskrim. Sedangkan untuk kasus dugaan pengeroyokan atau penganiayaan bersama-sama terhadap pelaku, ditangani oleh Polsek Tanon.

AKP Dimas menguraikan laporan pengeroyokan itu diajukan oleh anak SUM ke Polsek Tanon. Kapolsek Tanon, AKP Agus Jumadi membenarkan bahwa ada laporan pengeroyokan yang disampaikan pihak keluarga SUM atas insiden tersebut.

“Iya kami menangani yang laporan pengeroyokannya. Sedangkan untuk dugaan pencabulannya sudah kami limpahkan ke unit PPA Reskrim karena korbannya masih di bawah umur,” jelasnya.

Baca Juga :  Jembatan Mbenjingan di Sragen Ini Kondisinya Merana

Seperti diberitakan, aksi massa pecah di Dukuh Kranggan, Desa Pengkol, Tanon, Sabtu (1/7/2017) pagi. Seorang kakek berinisial SUM (46), warga Dukuh Pilang, desa yang sama menjadi bulan-bulanan warga setempat karena diduga merupakan pelaku pemerkosaan bertopeng dan bermodus gendam terhadap DS (15), asal Dukuh Kranggan.

SUM ditangkap setelah terlebih dahulu dijebak dengan cara dipancing untuk diajak ketemuan oleh DS. Setelah bertemu, SUM kemudian memboncengkan DS dan sesampai di Ngemplak, Taraman, pelaku langsung dihentikan dan kemudian disergap.

Di lokasi itu pula, topeng pelaku dibuka paksa dan setelah diketahui ternyata tetangganya, pelaku langsung ditangkap paksa untuk dibawa pulang.

Warga yang geram melihat pelaku kemudian menghajar beramai-ramai hingga pelaku mengalami kritis.

Pelaku kemudian diamankan Polsek Tanon dan dilarikan ke RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

Wardoyo

Advertisements
BAGIKAN